melainkan telah diposisikan sebagai alokasi inti (core allocation) dalam portofolio pasar berkembang global.
“Indonesia kini diposisikan sebagai alokasi inti pasar berkembang, bukan sekadar transaksi taktis,” ujarnya.
Baca Juga: SBY Prediksi Dampak Mengerikan PD III, Korban Jiwa Disebut Bisa Capai Miliaran Akibat Nuklir
Kepercayaan Investor Kian Menguat
Lebih lanjut, Shan Saeed menilai disiplin fiskal pemerintah, independensi Bank Indonesia, serta tata kelola Danantara yang berorientasi pasar semakin memperkuat kepercayaan investor.
Menurutnya, kombinasi kebijakan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia bergerak menuju daya tarik investasi yang sistemik dan berkelanjutan.
“Indonesia kini bergerak dari peluang investasi yang bersifat sementara menuju daya tarik investasi yang terstruktur dan berjangka panjang,” katanya.
Dengan kerangka kebijakan yang semakin jelas, eksekusi yang terukur, serta stabilitas makroekonomi yang terjaga,
Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu tujuan investasi utama di kawasan Asia dan di tingkat global pada era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. *****