berita

Sekolah Rakyat Tak Sekadar Pendidikan, Kemensos Temukan Beragam Masalah Kesehatan Anak Miskin

Kamis, 22 Januari 2026 | 11:33 WIB
Sekjen Kemensos Robben Rico Ungkap soal Pengawasan Kesehatan Anak-anak Sekolah Rakyat, Pastikan Keamanan dari Penyakit di Asrama - WartaPesona.com (Hits IDN)

Masalah Gigi Paling Dominan

Berdasarkan data Kemensos, dari total 7.409 anak yang diperiksa, sebanyak 49 persen mengalami masalah gigi serius, mulai dari gigi berlubang hingga karies parah.

Selain gangguan kesehatan gigi dan mulut, pemeriksaan juga menemukan berbagai penyakit lain yang tak kalah memprihatinkan.

“Ada yang anemia, ada yang kurang gizi, bahkan ditemukan TBC, hepatitis, dan penyakit lainnya,” ujar Rico.

Ia menekankan bahwa kondisi ini menunjukkan kesehatan anak-anak miskin selama ini belum tersentuh secara memadai oleh sistem layanan kesehatan dasar.

Baca Juga: Sekjen Kemensos Beberkan Misi Sekolah Rakyat : Angkat Martabat Anak Kurang Mampu Jadi Generasi Berdaya

Penyakit Ditangani Sebelum Masuk Asrama

Dengan konsep pendidikan berasrama, Kemensos memastikan bahwa setiap penyakit yang berpotensi menular harus ditangani terlebih dahulu sebelum siswa bergabung dengan siswa lainnya.

“Sekolah Rakyat tidak mengenal tes akademik. Syarat masuknya hanya satu, yakni miskin dan miskin ekstrem,” jelas Rico.

“Tes kesehatan ini dilakukan semata-mata untuk menjaga keselamatan bersama karena mereka akan diasramakan,” tambahnya.

Rico menegaskan, anak-anak yang ditemukan memiliki penyakit menular tidak akan ditolak.

“Kalau ada yang sakit menular, tetap kita ambil. Kita obati dulu, kita bereskan dulu sampai sembuh. Setelah itu baru kita masukkan ke asrama,” paparnya.

Kemiskinan dan Kesehatan yang Tak Terpisahkan

Lebih lanjut, Rico menjelaskan bahwa persoalan kesehatan yang dialami para siswa Sekolah Rakyat tidak bisa dilepaskan dari kondisi ekonomi keluarga mereka.

Ia merujuk pada definisi kemiskinan ekstrem menurut Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bappenas, yakni pengeluaran per kapita sekitar Rp400 ribu per bulan.

“Dengan pengeluaran segitu, secara prinsip mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar, termasuk makan bergizi,” kata Rico.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada kesehatan anak.

“Kalau buat makan saja sulit, bagaimana mau beli pasta gigi, sikat gigi, atau periksa kesehatan? Itu yang kita temukan di lapangan,” ungkapnya.

Halaman:

Tags

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB