Dalam unggahan terpisah, SMP Negeri 1 Telukjambe Barat dilaporkan ikut terdampak parah akibat genangan banjir.
Sejumlah ruangan kelas, masjid sekolah, hingga kantor guru terlihat terendam air. Dari video yang beredar, hanya bagian atap bangunan yang masih tampak di atas permukaan air.
“Masjid dan ruangan guru terendam, hanya tersisa atapnya saja yang terlihat,” ungkap seorang warga dalam video yang dibagikan ulang oleh akun @karawanginfo_official, pada Senin, 19 Januari 2026.
Warga tersebut juga menggambarkan kedalaman air dengan membandingkannya pada fasilitas olahraga di sekolah.
“Itu juga ada tiang net lapangan voli, hanya tersisa segitu. Tinggal bayangkan saja kedalamannya,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat aktivitas belajar mengajar dipastikan terhenti sementara waktu. Selain itu, warga sekitar juga terpaksa mengungsi demi keselamatan.
Baca Juga: Dua Bulan Setelah Banjir, Debu Bekas Lumpur Masih Menyulitkan Aktivitas Warga Aceh Tamiang
Sorotan Publik dan Desakan Relokasi
Parahnya banjir yang berulang kali melanda wilayah Karangligar memicu beragam reaksi dari warganet.
Tidak sedikit yang menilai bahwa kawasan tersebut sudah tidak layak lagi dihuni dan perlu dilakukan relokasi secara menyeluruh.
“Ini memang harus relokasi. Semoga ada jalan keluar, dapat rumah di tempat yang tidak banjir,” tulis seorang warganet melalui akun @yuliariana.
Baca Juga: Relawan Bagikan Perjuangan Menuju Desa Terpencil Aceh Tengah, Jalur Terputus dan Medan Berat
Pendapat serupa juga disampaikan warganet lainnya yang menilai faktor kontur tanah menjadi salah satu penyebab utama.
“Harus relokasi, hal itu karena lokasi dan permukaan tanahnya terlalu rendah,” tutur akun @kuzznad.
Hingga kini, banjir di Desa Karangligar masih menjadi perhatian publik. Warga berharap adanya solusi jangka panjang dari pemerintah agar bencana serupa tidak terus berulang dan mengancam keselamatan serta masa depan mereka. *****