berita

Dua Bulan Setelah Banjir, Debu Bekas Lumpur Masih Menyulitkan Aktivitas Warga Aceh Tamiang

Rabu, 21 Januari 2026 | 10:07 WIB
Hampir Dua Bulan Pascabanjir, Warga Aceh Tamiang Kini Harus Hadapi Permasalahan Debu - WartaPesona.com (Suara Merdeka Jakarta)

Upaya Penanganan

Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang bersama BPBD dan pihak terkait terus berupaya membersihkan lumpur dan debu di pemukiman warga.

Langkah-langkah darurat termasuk penyemprotan air, pembersihan jalanan, dan pembagian masker kepada warga terdampak.

Namun, medan yang sulit dan luasnya area terdampak membuat proses ini berjalan lambat.

Warga juga tetap harus beraktivitas, sehingga risiko paparan debu dan penyakit tetap tinggi.

Relawan dan masyarakat yang peduli turut membantu proses pembersihan, membawa logistik, serta memberikan edukasi mengenai langkah-langkah pencegahan ISPA dan penyakit pascabanjir.

Baca Juga: Sekolah Rusak Diterjang Banjir, Bocah Agam Sumbar Tetap Simpan Harapan Bisa Belajar Kembali

Imbauan Kesehatan untuk Warga

Pihak kesehatan menekankan agar warga tetap menggunakan masker, menjaga kebersihan tangan, dan mengurangi aktivitas di area berdebu sebisa mungkin.

Anak-anak dan lansia disarankan untuk tetap berada di tempat yang lebih aman dan tidak terpapar debu secara langsung.

“Pencegahan lebih baik daripada mengobati. Masker, hand sanitizer, dan ventilasi rumah yang baik menjadi kunci bagi warga untuk tetap sehat pascabanjir,” ujar tim Kemenkes.

Kondisi Aceh Tamiang pascabanjir menjadi pengingat bahwa dampak bencana tidak berhenti hanya pada kerusakan fisik.

Sisa lumpur yang mengering, debu yang beterbangan, dan risiko kesehatan yang menyertainya membutuhkan perhatian jangka panjang dari pemerintah, relawan, dan masyarakat.

Halaman:

Tags

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB