Simpati dan Keprihatinan Warganet
Kondisi yang harus dihadapi warga Aceh Tamiang menarik perhatian publik, terutama warganet yang menyuarakan keprihatinan dan memberikan tips kesehatan.
Beberapa komentar yang diunggah di media sosial antara lain :
-
@fad****2 : “Sedia masker sebelum lewat situ karena banyak abu, pakai masker atau kacamata ya teman-teman.”
-
@uli*******r : “Karena ini banyak korban bencana yang terkena ISPA.”
-
@muh**********4 :** “Habis banjir, bonusnya debu. Sekali kena, dua rasa.”
-
@eva*******a : “Abunya bukan hanya di jalan, tapi juga di dalam rumah pun berterbangan.”
Baca Juga: Terdesak Pascabanjir, Warga Aceh Tamiang Mengungsi di Kuburan Tionghoa usai Minta Izin Ahli Waris
Ancaman ISPA dan Penyakit Pascabencana
Menurut tim Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang diterjunkan ke lokasi terdampak, munculnya debu pascabanjir berpotensi memicu
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama bagi anak-anak, lansia, dan individu dengan kondisi pernapasan lemah.
Selain ISPA, penyakit lain yang sering muncul pascabanjir termasuk hipertensi, diare, dan infeksi kulit,
yang sebagian besar dipicu oleh kondisi lingkungan yang lembap, kotor, dan padat pengungsi.
Kondisi pengungsian juga menjadi faktor penyebab meningkatnya risiko penyakit. Warga yang tinggal di posko pengungsian
harus berbagi ruang terbatas, sehingga debu, sisa lumpur, dan paparan lingkungan tidak sehat sulit dihindari.
“Lingkungan pascabanjir ini rawan penyakit. Debu yang beterbangan saat kendaraan melintas, air bersih yang terbatas,
serta kepadatan pengungsi membuat warga rentan terkena ISPA dan penyakit lain,” kata seorang petugas Kemenkes.