WartaPesona.com – Komika Pandji Pragiwaksono akhirnya memberikan klarifikasi terkait narasi yang ramai beredar di media sosial (medsos)
soal absennya kritik terhadap politikus sekaligus eks Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dalam materi stand up comedy bertajuk Mens Rea.
Show Mens Rea yang tayang di Netflix sejak akhir Desember 2025 itu menuai perhatian luas publik lantaran berani mengangkat isu-isu sensitif, mulai dari politik, tokoh publik, hingga institusi negara.
Namun, di tengah derasnya pujian dan kritik, muncul pula tudingan yang menyebut Pandji sengaja tidak menyentil Anies Baswedan karena faktor kedekatan politik.
Isu tersebut menguat mengingat Pandji diketahui pernah secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Anies Baswedan pada kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 lalu.
Alhasil, sebagian warganet menilai Pandji bersikap tidak netral dan memilih “aman” dalam materi komedinya.
“Banyak yang bilang kenapa Pandji tidak membahas Anies Baswedan di Mens Rea,” ujar Pandji sebagaimana dilansir dari kanal YouTube pribadinya, Pandji Pragiwaksono, pada Sabtu, 10 Januari 2026.
“Katanya karena Pandji enggak berani, dan karena saya mendukung Anies Baswedan,” sambungnya.
Narasi tersebut lantas mendorong Pandji untuk memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik.
Baca Juga: Show Mens Rea Pandji Pragiwaksono Berujung Laporan Polisi, Materinya Dinilai Melewati Batas Kritik
Pandji Pragiwaksono Bantah Tudingan Tak Berani Kritik
Menanggapi tudingan tersebut, Pandji dengan tegas membantah anggapan bahwa dirinya enggan mengkritik Anies Baswedan.
Ia justru mengklaim sebagai salah satu figur publik yang paling sering menyampaikan kritik terhadap Anies, terutama melalui kanal digital miliknya.
“Faktanya, tidak ada satu pun YouTuber di Indonesia yang lebih banyak bikin video mengkritik Anies Baswedan daripada Pandji Pragiwaksono,” tegasnya.
Pandji bahkan mengungkapkan, dirinya pernah membuat konten video berdurasi lebih dari dua jam yang secara khusus membahas kinerja Anies selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.