WartaPesona.com - Seorang warga Aceh Timur mengungkapkan kisah perjuangannya membersihkan rumah dari lumpur dengan menyewa alat berat jenis beko.
Dalam video yang diunggah melalui akun Instagram @bg_dosen pada Sabtu, 3 Januari 2026, ia menceritakan biaya besar yang harus dikeluarkan hanya untuk mengeruk lumpur di rumahnya.
“Sewa beko itu satu jam Rp600 ribu, jadi kita pakai uang pribadi. Pengerjaannya selama dua jam, jadi kita habis Rp1,2 juta untuk mengeruk lumpur itu saja,” ujarnya dalam video tersebut.
Ia menjelaskan, meski bagian dalam rumah sudah mulai dibersihkan, lumpur masih menumpuk di area sekitar rumah.
Baca Juga: Ferry Irwandi : Pendidikan Berkualitas Melahirkan Individu yang Berdampak bagi Lingkungan Sekitar
“Nah sekarang tinggal sisa banjirnya saja. Kalau kita ke belakang rumah atau samping rumah, itu lumpurnya masih bisa sepinggang,” lanjutnya.
Menurutnya, menyewa alat berat menjadi satu-satunya pilihan yang masuk akal. Lumpur yang mengendap terlalu tebal dan berat untuk dibersihkan dengan alat sederhana.
“Kami sekeluarga terpaksa sewa beko karena nggak mungkin akan bersih pakai cangkul saja,” katanya.
Biaya penyewaan alat berat tersebut pun tidak sepenuhnya berasal dari kantong pribadi. Ia mengaku mendapat bantuan dari kerabat yang berada di luar daerah.
“Uangnya pun didapat karena ada bantuan dari sanak family yang ada di luar,” imbuhnya.
Baca Juga: Aksi Kemanusiaan Azzahra Putri di Aceh, Sisipkan Pesan Empati untuk Anak-Anak Indonesia
Lumpur Masih Menutupi Jalanan Perkampungan
Dalam video yang sama, kondisi perkampungan di Blang Gleum, Kecamatan Julok, Aceh Timur terlihat masih dipenuhi lumpur.
Jalan-jalan desa tampak licin dan sulit dilalui karena lumpur basah bercampur genangan air sisa banjir.
Air yang belum sepenuhnya surut membuat proses pembersihan berjalan lambat. Warga harus ekstra hati-hati saat beraktivitas karena risiko terpeleset dan terjebak lumpur masih tinggi.