Ia menjelaskan, tanggung jawab masyarakat terdidik tidak hanya terletak pada kemampuan berpikir dan berbicara, tetapi juga
pada keteladanan sikap, kejujuran intelektual, serta keberanian untuk berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.
“Kemajuan suatu bangsa tidak hanya diukur dari jumlah orang terdidiknya, tetapi dari sejauh mana kelompok terdidik tersebut bersedia memikul tanggung jawab sosialnya,” sebut Ferry.
“Pendidikan menemukan maknanya yang sejati ketika ia digunakan untuk membangun masyarakat yang lebih adil, beradab, dan bermartabat,” tandasnya.
Pernyataan Ferry Irwandi ini pun menuai beragam respons dari warganet. Banyak yang menilai refleksi tersebut relevan dengan
kondisi sosial Indonesia saat ini, sekaligus menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan sekadar soal gelar, melainkan tentang kontribusi nyata bagi sesama. *****