berita

Sembako Mahal di Takengon, Warga Pilih Jalan Kaki ke Bener Meriah untuk Tekan Pengeluaran

Selasa, 30 Desember 2025 | 14:29 WIB
Warga Takengon ke Bener Meriah untuk membeli kebutuhan bahan pokok. - WartaPesona.com (Lamongan Network - Jatim Network)

WartaPesona.com - Putusnya akses jalan utama membuat distribusi barang terganggu, sehingga bahan pokok kebutuhan sehari-hari menjadi langka dan harganya melonjak tajam.

Kondisi ini dirasakan langsung oleh warga Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, setelah jalur penghubung menuju Bener Meriah terputus akibat banjir dan longsor.

Akses darat yang lumpuh membuat kendaraan tidak bisa melintas, sementara pasokan logistik dari luar daerah terhambat.

Akibatnya, warga Takengon terpaksa mencari cara lain untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Salah satu langkah ekstrem yang harus ditempuh adalah berjalan kaki puluhan kilometer menuju Kampung Kem di Bener Meriah demi mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Baca Juga: Cegah Penyakit Menular Pascabanjir, Mantan Ketum PB IDI Dorong Layanan Medis Dekat Pengungsi

Warga Rela Jalan Kaki Demi Harga Logistik Lebih Murah

Seorang warga Takengon mengungkapkan bahwa lonjakan harga kebutuhan pokok di daerahnya sudah tidak masuk akal jika dibandingkan dengan harga di Bener Meriah.

Kondisi inilah yang memaksa warga memilih berbelanja langsung ke wilayah tetangga meski harus menempuh perjalanan berat.

“Harga beras di Kem Rp250.000 per sak yang 15 kilogram, kalau di Takengon sudah Rp400.000. Minyak goreng satu liter di Kem Rp25.000, di Takengon Rp35.000,” ujar warga tersebut dalam video yang diunggah akun Instagram @ayumten pada Sabtu, 27 Desember 2025.

Ia menambahkan, selisih harga tidak hanya terjadi pada beras dan minyak goreng, tetapi juga pada kebutuhan pokok lainnya.

“Harga telur ayam di Kampung Kem Rp65.000, di Takengon sudah sampai Rp120.000. Sebagian harganya dua kali lipat, sebagian lebih,” lanjutnya.

Lonjakan harga ini membuat banyak keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan harian, terutama bagi warga dengan penghasilan terbatas.

Baca Juga: Malam Penuh Teror di Aceh Tamiang, Warga Selamatkan Diri ke Atap Saat Banjir Melanda

Tempuh Medan Berat, Pulang-Pergi Lima Jam

Perjalanan menuju Kampung Kem bukan perkara mudah. Warga harus melewati medan licin dan berlumpur, sisa longsoran yang belum sepenuhnya dibersihkan.

Halaman:

Tags

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB