berita

Mendagri Beberkan Alasan Penjarahan Terjadi : Bantuan Terhambat, Warga Terisolasi Berhari-Hari

Selasa, 2 Desember 2025 | 14:33 WIB
Menyoroti pernyataan Mendagri, Tito Karnavian terkait bencana banjir bandang hingga tanah longsor yang terjadi di Sumatera - WartaPesona.com (Era Baru Media)

Ribuan warga di Aceh, Sumut, dan Sumbar diketahui masih menetap di posko-posko pengungsian yang sesak dan minim fasilitas.

Tito menekankan bahwa warga tidak boleh terlalu lama tinggal di tenda darurat karena kondisi fisik dan mental mereka semakin terancam.

Pemerintah daerah diminta mempercepat pendataan kerusakan sambil menanti intervensi dari pusat terkait pembangunan kembali permukiman.

Baca Juga: Suharyanto Mohon Maaf ke Pemkab Tapsel : Dampak Banjir Jauh Lebih Parah dari Perkiraan

Penjarahan Supermarket di Sibolga : “Mereka Lapar, Daerahnya Terisolasi”

Di tengah upaya penanganan, publik sempat digemparkan oleh video penjarahan sebuah supermarket di Kota Sibolga, Sumatera Utara.

Aksi ini memicu perdebatan sengit antara kecaman moral dan pemahaman tentang kondisi ekstrem di lapangan.

Menanggapi hal tersebut, Tito Karnavian menyebut aksi itu terjadi karena warga benar-benar kehabisan stok makanan dan tidak mampu mendapatkan pasokan akibat akses jalan yang tertutup total.

“Stok makanan mereka mungkin kurang, lapar. Tapi kemudian ada yang masuk ke pertokoan,” jelas Tito.

Ia menegaskan bahwa pemerintah kini mengambil alih penuh distribusi logistik ke wilayah-wilayah terisolasi tersebut.

Pasokan makanan dijamin mencukupi untuk mencegah insiden serupa terulang.

“Sekarang sudah diatur dropping-nya cukup,” ujarnya.

Baca Juga: Tim SAR Kerahkan Personel Tambahan di Agam : Fokus pada Evakuasi, Pencarian, dan Pemulihan Cepat

Isu Para Bupati Mengaku Tak Sanggup : Mendagri Sebut Wajar

Sebelumnya, sempat beredar pernyataan sejumlah bupati di Aceh yang mengaku tidak mampu menangani bencana karena keterbatasan sumber daya.

Halaman:

Tags

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB