berita

Program Makan Bergizi Gratis Masuki Tahap Evaluasi, BGN Siapkan Strategi Percepatan Penyaluran

Kamis, 13 November 2025 | 11:35 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional - WartaPesona.com (InfoPublik)

WartaPesona.com — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengumumkan bahwa hingga pertengahan November 2025, serapan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai 61 persen dari total pagu. Meski menunjukkan progres yang cukup baik, Dadan menilai masih ada kebutuhan dana tambahan untuk menjaga kelancaran pelaksanaan program hingga akhir tahun anggaran.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (12/11/2025), Dadan menjelaskan bahwa realisasi anggaran program MBG sudah mencapai Rp43,4 triliun dari total pagu yang dialokasikan tahun ini. Namun, untuk kategori bantuan pemerintah, serapan masih berada di angka 36,23 persen dari total Rp51,2 triliun.

“Sampai saat ini, anggaran yang terserap sebesar Rp43,4 triliun atau 61 persen dari total pagu. Untuk bantuan pemerintah sendiri, baru 36,23 persen yang terealisasi,” kata Dadan. “Masih ada ruang sekitar Rp14 triliun yang akan digunakan dalam 50 hari terakhir menjelang penutupan tahun anggaran.”

Baca Juga: Istana Tegaskan Tim Koordinasi MBG Bukan Pengganti BGN, tapi Penguat Implementasi Program Makan Bergizi Gratis

Kebutuhan Operasional Meningkat di Akhir Tahun

Lebih lanjut, Dadan mengungkapkan bahwa beban operasional program MBG biasanya meningkat signifikan menjelang akhir tahun. Hal ini disebabkan oleh penambahan penerima manfaat, perluasan cakupan wilayah, serta penyesuaian harga bahan pangan di berbagai daerah.

“Kemungkinan kita akan membutuhkan tambahan biaya sekitar Rp29,5 triliun untuk menutup kebutuhan selama 50 hari terakhir. Aktivitas di lapangan cukup padat, dan kebutuhan logistik meningkat karena wilayah cakupan program terus bertambah,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk memastikan ketersediaan anggaran tambahan tersebut. Menurutnya, tambahan dana diperlukan agar tidak terjadi keterlambatan penyaluran atau gangguan distribusi kepada penerima manfaat.

“Kita ingin memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai jadwal dan tidak ada hambatan di lapangan. Karena program ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, terutama anak-anak sekolah dan keluarga berpendapatan rendah,” tambah Dadan.

Baca Juga: MBG Jadi Program Prioritas tapi Penyerapan Anggaran Kecil, Menkeu Purbaya Minta BGN Rutin Laporan ke Publik

Fokus pada Pemerataan dan Efisiensi Penyaluran

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas nasional yang bertujuan memperbaiki kualitas gizi masyarakat, menekan angka stunting, serta meningkatkan konsentrasi dan produktivitas anak-anak usia sekolah. Sejak diluncurkan, program ini telah menjangkau ribuan sekolah, pesantren, dan komunitas lokal di berbagai daerah di Indonesia.

Dadan menegaskan, BGN berupaya memastikan agar pelaksanaan program tidak hanya fokus pada serapan anggaran, tetapi juga pemerataan penyaluran. Ia menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan dana agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya.

“Kita tidak ingin program ini hanya menjadi angka di atas kertas. Yang penting adalah bagaimana makanan bergizi benar-benar sampai ke anak-anak, terutama di daerah tertinggal dan pelosok,” ujarnya.

Untuk itu, BGN telah memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan sektor swasta agar distribusi berjalan lebih efisien. Langkah ini dilakukan melalui peningkatan koordinasi, pemanfaatan data digital, serta monitoring lapangan yang lebih ketat.

Halaman:

Tags

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB