Yang mengejutkan, baik emas asli maupun palsu sama-sama memiliki barcode yang bisa dipindai di aplikasi UBS Gold.
Baca Juga: Emas Antam Sentuh Rp 2,06 Juta per Gram, Pecahkan Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
Pemalsuan dilakukan dengan sangat rapi dan detail, mulai dari kemasan, cap logo, hingga nomor seri.
“Dua-duanya bisa discan, tapi yang palsu kelihatan dari fisik dan hasil uji mesin. Tulisan dan logonya nggak presisi,” ujar Andrew.
Temuan ini memperlihatkan betapa canggihnya modus pemalsuan emas saat ini. Para pelaku bahkan meniru sertifikat dan kemasan resmi untuk meyakinkan pembeli.
Waspada Emas Ilegal di Pasar Lokal
Kasus peredaran emas UBS palsu ini bukan yang pertama. Dalam dua tahun terakhir, sejumlah daerah seperti Surabaya, Medan, dan Makassar juga melaporkan peredaran logam mulia ilegal berlogo UBS.
Setelah diuji di laboratorium, sebagian besar logam tersebut ternyata hanya campuran tembaga dan kuningan, bukan emas murni.
Hingga artikel ini ditulis, pihak UBS belum memberikan pernyataan resmi.
Namun sebelumnya, perusahaan telah mengingatkan masyarakat agar membeli emas hanya di mitra resmi, dan memeriksa keaslian lewat aplikasi UBS Gold atau sertifikat hologram asli.***