WartaPesona.com - Bukan hanya kehilangan laptop yang membuat seorang penumpang bus Rosalia Indah kecewa, namun juga respons yang ia terima dari pihak operator.
Melalui akun X (Twitter) @toongkool, korban membagikan pengalamannya saat menaiki bus jurusan Solo–Malang pada Sabtu, 12 Juli 2025.
Penumpang tersebut menumpang secara dadakan dan mendapatkan kursi 7D. Karena ukuran laptop yang besar (15,6 inci), ia meletakkan tasnya di sisi tubuh, terhimpit antara tubuh dan badan bus. Posisi itu menurutnya cukup aman.
Baca Juga: Laptop Hilang, CCTV Rusak: Kasus di Bus Rosalia Indah Soroti Krisis Kepercayaan Penumpang
Namun saat bangun di pagi hari menjelang tiba di Malang, ia mendapati laptop telah raib. Ia pun segera melaporkan kejadian ke pihak Rosalia Indah di pool Malang dan melalui WhatsApp ke kantor pusat.
Alih-alih mendapat simpati, ia justru mengaku disudutkan dan disalahkan oleh beberapa petugas.
"Gua korban, gua kehilangan laptop, tapi bisa-bisanya mereka-mereka ini nyudutin gua?” tulisnya di akun X.
Menurutnya, seorang petugas perempuan bahkan menyarankan agar dirinya menitipkan barang berharga ke kru atau belajar dari kasus-kasus pencurian sebelumnya di Rosalia Indah.
Komentar lainnya juga mempertanyakan kenapa korban bisa tertidur saat perjalanan.
“Maksudnya gua harus melek 24 jam? Gua nggak boleh tidur? Salah gua kalau gua tidur?” lanjutnya dalam unggahan tersebut.
Korban pun bertanya-tanya: benarkah pelanggan harus paham prosedur keamanan transportasi, tanpa ada edukasi dan sistem pengamanan dari penyedia layanan?
Puncak kekecewaan terjadi ketika pihak Rosalia Indah memberi kabar bahwa CCTV dalam bus tersebut tidak merekam karena mengalami kerusakan akibat bagian yang “terbakar”.
Keterangan ini memperkuat kekhawatiran publik soal lemahnya sistem keamanan dan rendahnya empati terhadap korban kehilangan barang dalam layanan bus antarkota.
Kasus ini menjadi sorotan warganet yang menuntut agar perusahaan bus lebih serius dalam membenahi sistem pengawasan dan memperbaiki standar layanan pelanggan.***(SA)