WartaPesona.com - Jakarta, 13 Juli 2025 — Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan bahwa Jakarta memiliki peran strategis bukan hanya sebagai ibu kota Republik Indonesia, melainkan juga sebagai pusat diplomasi kawasan ASEAN.
Pernyataan ini disampaikan Anies dalam pidatonya saat menghadiri Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Gerakan Rakyat yang digelar di Jakarta pada Minggu (13/7).
"Jakarta adalah ibu kota ASEAN," ujar Anies di hadapan para peserta Rapimnas.
Cerita di Balik Nama Stasiun MRT ‘ASEAN’
Baca Juga: Temui Keluarga Korban KMP Tunu Pratama Jaya, Gubernur Khofifah Serahkan Santunan dan Ucapkan Doa Duka Mendalam
Dalam pidatonya, Anies mengenang saat dirinya menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta (2017–2022) di masa pembangunan MRT fase pertama.
Ia bercerita, salah satu keputusan simbolik yang ia ambil adalah menamai salah satu stasiun MRT dengan nama ‘ASEAN’.
"Stasiun MRT itu lokasinya dekat dengan kantor Sekretariat ASEAN. Saya minta stasiun itu diberi nama Stasiun ASEAN," tuturnya.
Menurut Anies, penamaan itu bukanlah sekadar soal lokasi, tetapi membawa pesan simbolik agar masyarakat yang menggunakan MRT mengingat bahwa Jakarta memiliki peran penting secara regional.
Baca Juga: Menko Airlangga: Tarif Impor 32 Persen dari AS untuk Produk Indonesia Ditunda, Negosiasi Masih Berlangsung
"Supaya setiap hari penggunanya diingatkan, bahwa Jakarta bukan hanya ibu kota Indonesia. Tapi juga ibu kota ASEAN," tegasnya.
Jakarta di Mata Para Diplomat Dunia
Anies kemudian menyampaikan bahwa banyak diplomat asing yang ditempatkan di Jakarta memiliki dua mandat — sebagai duta besar untuk Indonesia sekaligus untuk ASEAN.
"Itu membuktikan posisi strategis Jakarta di kawasan Asia Tenggara," ujarnya.
Ia juga menyoroti betapa pentingnya menjaga stabilitas kawasan. Anies membandingkan kondisi Asia Tenggara yang relatif damai dengan ketegangan geopolitik di kawasan lain di Asia.
"Di timur ada Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Korea Utara, Taiwan—semua dalam ketegangan," papar Anies.
Baca Juga: Jakarta Fair 2025 Tembus Rp7,3 Triliun: Pesta Rakyat, Bukti Stabilitas Ekonomi Ibu Kota
"Di selatan ada India, Pakistan, Afghanistan—juga penuh gejolak. Tapi Asia Tenggara adalah wilayah yang teduh. Dan Indonesia harus menjaga keteduhan itu."
Simbol Diplomasi yang Dibawa ke Transportasi Publik
Langkah Anies menamai stasiun MRT dengan “ASEAN” mendapat sorotan sebagai bentuk pemikiran jangka panjang dalam membangun identitas Jakarta sebagai kota global.
Sejak MRT Jakarta resmi beroperasi, Stasiun ASEAN menjadi titik strategis dan sekaligus simbol kecil dari kehadiran Indonesia sebagai pemain utama di kancah diplomasi regional. ***(SA)