berita

Temui Keluarga Korban KMP Tunu Pratama Jaya, Gubernur Khofifah Serahkan Santunan dan Ucapkan Doa Duka Mendalam

Minggu, 13 Juli 2025 | 23:46 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bertemu dengan keluarga korban KMP Tunu Pratama Jaya di Ketapang, Banyuwangi pada Sabtu, 12 Juli 2025. (Instagram/khofifah.ip)




WartaPesona.com - Banyuwangi — Duka mendalam menyelimuti pelataran Kantor Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi.

Di sana, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara langsung menyampaikan belasungkawa dan santunan kepada para keluarga korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya.

Didampingi Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Khofifah menyerahkan santunan duka cita sebesar Rp10 juta kepada masing-masing keluarga korban yang telah kehilangan anggota tercinta dalam tragedi yang terjadi di Selat Bali tersebut.

“Selain menyampaikan duka cita yang mendalam, mudah-mudahan mereka dipanggil Allah dalam keadaan husnul khotimah. Semua amal ibadahnya diterima, dan khilafnya diampuni,” ucap Khofifah dengan penuh haru kepada awak media.

Baca Juga: Tragedi KMP Tunu: Pemilik Kapal Akhirnya Buka Suara, Minta Maaf dan Siap Evaluasi Keselamatan

Duka Bersama, Harapan Bersama

Dalam suasana penuh keprihatinan itu, Khofifah menegaskan komitmen Pemprov Jatim untuk terus mendampingi dan memberi kekuatan bagi para keluarga korban.

“Kami juga menyampaikan santunan duka cita. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, kekuatan, dan keikhlasan,” lanjutnya.

Khofifah menyebut, dalam pertemuan hari itu terdapat 8 keluarga korban yang hadir menerima santunan. Beberapa berasal dari daerah lain, seperti Probolinggo dan Blitar.

“Saya sudah pesan kepada Kepala BPBD agar mengirimkan tim Tagana untuk menyampaikan takziah dan penguatan psikologis secara langsung kepada keluarga korban yang tidak bisa hadir hari ini,” tuturnya.

Baca Juga: Jakarta Fair 2025 Tembus Rp7,3 Triliun: Pesta Rakyat, Bukti Stabilitas Ekonomi Ibu Kota

Proses Pencarian Diperpanjang

Tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali masih menyisakan proses pencarian yang terus dilanjutkan. Hingga hari ke-11 pencarian, Sabtu, 12 Juli 2025, total 48 korban telah ditemukan, terdiri dari 30 orang selamat dan 18 orang meninggal dunia.

Kapal nahas itu diketahui membawa 53 penumpang, 12 kru kapal, dan 22 unit kendaraan saat mengalami kecelakaan.

Proses pencarian pun kini resmi diperpanjang hingga 14 Juli 2025, demi memastikan tidak ada satu pun korban yang tertinggal.

Pesan Empati dari Seorang Pemimpin

Aksi Gubernur Khofifah tidak hanya sebagai simbol tanggung jawab pemerintah, tapi juga mencerminkan empati seorang ibu bangsa.

Di tengah derai air mata dan pelukan duka, pesan utama yang dibawa Khofifah jelas: korban tak dilupakan, keluarga tak dibiarkan sendiri. ***(SA)

Tags

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB