berita

Jakarta Menuju Kota Inklusif: Integrasi Lapangan Banteng dan Gedung A.A. Maramis Wujudkan Ruang Publik Berkelas Dunia

Kamis, 10 Juli 2025 | 23:59 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: jakarta.go.id)

 

WartaPesona.com-Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas ruang publik berkualitas dengan mencanangkan penataan integrasi antara Lapangan Banteng dan kawasan Gedung A.A.

Maramis di Jakarta Pusat. Pencanangan dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, bersama Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, dan Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana di Lapangan Banteng sisi timur, Kamis (10/7).

Dalam sambutannya, Gubernur Pramono menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari kerangka pembentukan kawasan heritage Jakarta (Formal-Heritage District) yang mengedepankan integrasi antara sejarah, ruang hijau, dan fungsi sosial masyarakat.

Baca Juga: Ahmad Dhani Polisikan Lita Gading: Saat Privasi Anak Diabaikan di Ruang Digital

"Pencanangan ini bukan sekadar proyek fisik, tapi juga perwujudan visi menjadikan Jakarta sebagai kota yang memiliki identitas kuat, ruang publik yang inklusif, dan menarik secara sosial maupun wisata," ujar Pramono.

Ia menambahkan bahwa sejak Lapangan Banteng dibuka 24 jam, antusiasme masyarakat terus meningkat. Hal itu terbukti saat perayaan HUT ke-498 Jakarta pada 22 Juni lalu yang diadakan di lokasi ini, dihadiri lebih dari 15.000 warga.

"Respons masyarakat sangat luar biasa. Mereka hadir dengan tertib, menikmati acara, dan merasakan langsung kenyamanan ruang terbuka yang kami hadirkan. Ini bukti bahwa ruang publik yang baik selalu mendapatkan tempat di hati warga," jelasnya.

Baca Juga: Festival Jakarta Great Sale 2025: Bukti Jakarta Tak Hanya Jualan, Tapi Juga Harapan

Kolaborasi Tanpa APBD
Penataan ini dilakukan melalui skema pembiayaan non-APBD, yakni kompensasi pelampauan Koefisien Lantai Bangunan (KLB) oleh PT Bank Jtrust Indonesia, hasil kolaborasi antara Pemprov DKI dan Kementerian Keuangan melalui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). Proyek akan dimulai pada Juli 2025 dan ditargetkan rampung pada Maret 2026.

“Kami membiasakan diri membangun tanpa membebani APBD. Ini menunjukkan bahwa kolaborasi lintas sektor dan penggunaan aset negara bisa menghadirkan ruang publik yang fungsional dan representatif,” tegas Pramono.

Desain Inklusif dan Berbasis Sejarah
Penataan integrasi ini tak hanya menyambungkan dua titik penting—Lapangan Banteng dan Gedung A.A. Maramis—tetapi juga menciptakan zona kota aktif dan edukatif.

Pendekatan desain akan mengedepankan konsep woonerf atau shared street, yang menghapus batas kaku antara pejalan kaki dan kendaraan. Hal ini bertujuan menciptakan pengalaman ruang kota yang aman, nyaman, dan ramah aktivitas sosial.

Elemen-elemen seperti pohon peneduh, tempat duduk, jalur berpola, dan konektivitas pedestrian akan menjadi fitur utama. Dengan mengutamakan pejalan kaki dan pesepeda, kawasan ini akan menjadi contoh transformasi kota yang lebih manusiawi.***

Tags

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB