Ia menekankan bahwa hakikat haji tidak hanya berhenti pada pelaksanaan ritual, tetapi juga pada perubahan perilaku dan karakter setelah pulang ke Indonesia.
“Yang menentukan kemabruran bukan hanya selesai thawaf atau wukuf, tapi bagaimana sikap kita setelah kembali. Mari jadikan haji ini sebagai awal dari perbaikan diri dan kedewasaan spiritual,” tutupnya.
Kepulangan Amirulhaj menandai fase akhir dari rangkaian penyelenggaraan ibadah haji Indonesia tahun ini, namun juga membuka lembaran baru untuk mendorong jemaah menjadi agen perubahan dan teladan dalam kehidupan bermasyarakat.***