Dubes Wang juga menyampaikan bahwa kerja sama di masa depan akan lebih terarah pada peningkatan kualitas dan keberlanjutan, bukan sekadar pada besaran volume perdagangan atau investasi.
Hal ini selaras dengan prioritas pemerintahan Presiden Prabowo dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi dan ketahanan nasional.
Pertemuan ini tidak hanya mencerminkan diplomasi yang aktif dan terbuka, namun juga menunjukkan kepercayaan tinggi kedua negara terhadap arah masa depan hubungan bilateral.
Peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Tiongkok menjadi momentum simbolis untuk meneguhkan komitmen bersama menuju masa depan yang saling menguatkan.
Dengan fondasi kuat, komunikasi yang intensif, dan hubungan personal para pemimpin negara, kemitraan Indonesia dan Tiongkok diproyeksikan akan menjadi model kolaborasi strategis yang adaptif dan bermanfaat luas, baik bagi kawasan maupun dunia.***