Hal serupa dialami oleh Sammy, CEO Lawless Burgerbar. Meskipun penjualan di minggu pertama Ramadan cenderung stabil, minggu kedua hingga akhir Ramadan justru mengalami lonjakan signifikan.
“Setelah Idulfitri, justru terjadi peningkatan pesat. Bahkan kami harus merekrut pekerja tambahan untuk memenuhi permintaan,” ungkapnya.
Dengan pengalaman bisnis sejak 2017 dan omzet tahunan di atas Rp15 miliar, Lawless Burgerbar kini lebih fokus pada inovasi menu spesial Ramadan dan paket berbuka puasa ketimbang mengikuti bazar.
Strategi UMKM Maksimalkan Momentum Ramadan
Agar bisa meraup keuntungan optimal selama Ramadan, UMKM kuliner perlu menyiapkan strategi matang:
Menawarkan Menu Spesial – Paket berbuka, sahur, dan hampers bisa menjadi daya tarik utama.
Meningkatkan Kapasitas Produksi – Mengantisipasi lonjakan permintaan dengan persiapan stok bahan baku dan tenaga kerja.
Memanfaatkan Media Sosial – Promosi melalui platform digital bisa menjangkau lebih banyak konsumen.
Berkolaborasi dengan Mitra – Bergabung dengan platform delivery dan marketplace untuk memperluas pasar.
Dengan strategi yang tepat dan dukungan pemerintah, Ramadan bukan hanya menjadi bulan penuh berkah secara spiritual, tetapi juga membawa berkah finansial bagi para pelaku UMKM di Indonesia.***