berita

Presiden Prabowo Tegas Lawan Korupsi: Bersihkan Pemerintahan, Lindungi Rakyat

Sabtu, 8 Februari 2025 | 11:07 WIB
Presiden dalam sambutannya saat menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-102 Nahdlatul Ulama (NU) di Istora Senayan, Jakarta, pada Rabu, 5 Februari 2025. (Foto: setneg.go.id)

 

WartaPesona.com- Presiden Prabowo Subianto menegaskan tekadnya untuk menciptakan pemerintahan yang bebas dari korupsi dan selalu berpihak kepada rakyat.

Dalam momentum peringatan Hari Lahir ke-102 Nahdlatul Ulama (NU) di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (5/2/2025), Presiden menyampaikan pesan kuat kepada seluruh jajarannya untuk membangun pemerintahan yang transparan dan berintegritas.

“Saya ajak semua rekan-rekan dalam pemerintahan untuk berani mengoreksi diri, berani membangun sistem yang bersih, dan menjauhkan diri dari penyelewengan. Itu tekad kami,” ujar Presiden Prabowo dengan tegas.

Baca Juga: Buah Kering: Camilan Sehat atau Sumber Gula Tersembunyi? Ketahui Faktanya

Komitmen ini bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari langkah konkret yang akan diterapkan di setiap lini pemerintahan.

Dalam 100 hari pertama pemerintahannya, Presiden Prabowo telah memberikan berbagai peringatan kepada pejabat dan aparat negara agar mengikuti kebijakan yang pro-rakyat.

Namun, bagi mereka yang tetap melawan arus perubahan, Presiden tidak akan ragu untuk bertindak tegas.

Baca Juga: Menguatkan Sinergi Islam Moderat: Indonesia-Turki Jalin Kerja Sama Pendidikan dan Keislaman

"Saya sudah memberikan peringatan berkali-kali. Sekarang, siapa yang bandel, siapa yang dableg, siapa yang tidak mau ikut arus besar perubahan ini, akan saya tindak," tegasnya.

Presiden juga menekankan bahwa setiap aparatur negara harus memahami bahwa kesetiaan utama mereka adalah kepada bangsa, negara, dan rakyat Indonesia.

Ia pun mengingatkan bahwa setiap institusi harus membersihkan diri dari segala bentuk penyimpangan sebelum ada tindakan lebih lanjut dari pemerintah.

 

Di kesempatan yang sama, Presiden Prabowo mengenang sosok almarhum KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai tokoh teladan dalam menjaga nilai-nilai Islam moderat dan keberagaman. Ia menyoroti peran NU di masa kepemimpinan Gus Dur yang selalu hadir dalam membela hak-hak kelompok minoritas.

Halaman:

Tags

Terkini

PWI Mengecam Pernyataan Hotman Paris Hutapea

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:45 WIB