Ia menyoroti pentingnya optimalisasi penyerapan gabah dan keberlanjutan program revolusi hijau yang pernah sukses meningkatkan swasembada pangan di Indonesia.
"Pemerintah harus memastikan penyerapan gabah berjalan maksimal, seperti yang pernah dilakukan melalui program Bimas dan revolusi hijau," ujar JK.
Kebijakan ini bertujuan menjaga keseimbangan antara kepentingan petani, pengusaha, dan konsumen.
Dengan strategi yang telah disusun, pemerintah optimistis dapat menjaga ketahanan pangan nasional, menstabilkan harga, serta meningkatkan kesejahteraan petani.
Turut hadir dalam pertemuan ini adalah Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Melalui langkah-langkah konkret ini, pemerintah menunjukkan komitmennya dalam memastikan bahwa masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan tenang tanpa kekhawatiran akan lonjakan harga pangan.***