WartaPesona.com - Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf/Kabekraf), Teuku Riefky Harsya, menegaskan pentingnya ekonomi kreatif sebagai pendorong utama pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca Juga: Danau Toba Beraksi: Aquabike Jetski World Championship 2024 Dorong Pariwisata Lokal
Dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI, Senin (18/11/2024) di Jakarta, ia menyampaikan bahwa sektor ini berperan strategis dalam mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Teuku Riefky menyebutkan bahwa ekonomi kreatif mampu berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja, inovasi, dan daya saing global.
Baca Juga: Fesbul 2024: Panggung Sineas Muda Indonesia untuk Dunia
Program-program prioritas seperti pemberantasan kemiskinan, penguatan pendidikan, teknologi, serta pelestarian seni budaya dapat disinergikan dengan sektor ini.
"Ekonomi kreatif bukan hanya sektor pendukung, tetapi menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru untuk Indonesia," ujar Riefky.
Baca Juga: Kemitraan Kunci Kesuksesan IKM: Gebyar IKMA 2024 Perkuat Rantai Pasok dan Inovasi
Dalam jangka pendek, program-program yang dijalankan meliputi:
- Pelatihan juru masak mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Inkubasi ekonomi kreatif di kawasan food estate.
- Penguatan SDM ekonomi kreatif melalui kolaborasi dengan institusi pendidikan.
- Program SuperEmak, yang memberdayakan perempuan melalui ekosistem digital berbasis komunitas dan aplikasi.
“Melalui pendekatan yang tepat sasaran dan holistik, kami yakin ekonomi kreatif dapat memberikan dampak sosial yang besar serta multiplier effect bagi perekonomian,” tambahnya.
Untuk merealisasikan program prioritas, Kemenekraf mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp1,42 triliun, menyesuaikan dengan kebutuhan sebagai kementerian baru setelah pemisahan dari Kemenparekraf.
Menekraf juga menyoroti perlunya transformasi struktural sektor ini. Strategi penguatan ekosistem ekonomi kreatif disusun dengan merujuk pada kebijakan BAPPENAS.