WartaPesona.com - Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengajak para santri Indonesia untuk berperan aktif dalam menciptakan konten digital yang positif melalui program terbaru, Kreatif Santri Indonesia (KREASI).
Baca Juga: Erick Thohir Sebut Siap Mundur Jika Tak Ada Kepercayaan, Usai Timnas Kalah dari Jepang.
Program ini resmi diluncurkan di Dayah Mudi Mesra, Bireuen, Aceh, Sabtu (16/11/2024), dengan dukungan pimpinan pondok pesantren, Abu Syekh Hasanoel Bashry.
“Kami ingin santri terlibat lebih jauh dalam ekonomi kreatif, terutama sebagai kreator konten digital yang dapat memberikan dampak positif. Salah satunya, dengan menyampaikan informasi terkait komitmen Presiden Prabowo dalam memberantas judi online, yang menjadi ancaman serius bagi bangsa,” ungkap Menteri Riefky di hadapan ribuan santri.
Program KREASI bertujuan menggali potensi santri dalam bidang suara, komunikasi, dan kreativitas digital.
Baca Juga: Indonesia Takluk 0-4 dari Jepang, Erick Thohir Minta Maaf dan Janji Akan Evaluasi
Pelatihan perdana diisi dengan workshop voice over bekerja sama dengan Voice Institute Indonesia.
Menteri Riefky menambahkan, santri memiliki peran penting dalam menyebarkan pesan moral dan visi pemerintah, seperti komitmen Presiden Prabowo untuk mengatasi kemiskinan dan mendorong ekonomi digital.
Menteri Riefky menyoroti bahwa santri tidak hanya kuat dalam tradisi keilmuan, tetapi juga semakin kreatif dan inovatif.
Baca Juga: Indonesia Siap Tuan Rumah Kejuaraan Panahan Dunia 2026, Menpora Dito Dukung Penuh Rencana PB Perpani
"Banyak santri sekarang menguasai keterampilan teknologi, mulai dari desain grafis, coding, hingga pembuatan konten digital yang mempromosikan produk lokal. Ini membuka peluang bagi santri untuk berwirausaha, baik di bisnis online maupun industri kreatif," jelasnya.
Dengan bekal keterampilan yang diajarkan di pesantren, santri memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi kreatif lokal yang berdaya saing hingga pasar internasional.
Menteri Riefky juga menekankan pentingnya sinergi antara tradisi keilmuan pesantren dengan perkembangan teknologi, guna menciptakan peluang usaha yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi tetapi juga memberi manfaat sosial.
Baca Juga: Diplomasi Olahraga Indonesia-Asia Tengah: Membangun Jembatan Melalui Pencak Silat dan Bulutangkis