Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti perubahan cara belajar dan gaya hidup digital yang membuat mereka lebih fokus pada informasi yang cepat dan instan daripada mempelajari sejarah secara mendalam.
Namun, hal ini bukan berarti Gen Z sepenuhnya tidak peduli terhadap sejarah.
Dan dilansir dari penelitian yang dilakukan oleh University of Michigan, 60% Gen Z merasa lebih terlibat ketika sejarah diajarkan melalui metode interaktif, seperti diskusi kelompok, permainan peran, dan simulasi.
Banyak dari mereka yang masih tertarik dan memahami sejarah bangsa melalui media yang lebih modern, seperti film, podcast, media sosial, dan konten digital.
Tantangannya adalah bagaimana menyampaikan sejarah dalam bentuk yang menarik dan relevan bagi mereka.
Selain itu, kurikulum pendidikan juga memainkan peran penting dalam memperkenalkan dan memperdalam pemahaman sejarah di kalangan Gen Z.
Inovasi dalam metode pengajaran yang lebih interaktif dan kreatif bisa menjadi kunci agar generasi muda lebih tertarik untuk mempelajari sejarah bangsa mereka.
Jadi, meskipun ada kekhawatiran, potensi untuk menghubungkan Gen Z dengan sejarah bangsa mereka tetap besar jika disampaikan dengan cara yang sesuai dengan gaya mereka. *** (FR)