Almarhum juga aktif di organisasi Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) Konsulat Pontianak.
Keaktifannya berorganisasi, pada akhirnya membawa Hamzah Haz terpilih menjadi anggota DPRD Kalimantan Barat dari Partai Nahdlatul Ulama (PNU), mewakili Angkatan 66.
Namun pada tahun 1971, terjadi perubahan politik dengan adanya fusi partai politik di masa Orde Baru.
Beberapa partai berasaskan Islam termasuk Partai Nahdlatul Ulama, pun kemudian melebur menjadi satu dengan nama PPP.
Seiring dengan dinamika yang terjadi, karier politik Hamzah Haz terus menanjak.
Pada puncaknya, almarhum terpilih sebagai Wakil Presiden RI mendampingi Presiden Megawati Soekarno Putri periode 2001-2004.
Saat itu, almarhum memperoleh suara lebih banyak dibanding Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Akbar Tandjung, dan Siswono Yudohusodo.
Namun jauh sebelum terpilih menjadi wakil presiden, Hamzah Haz juga pernah menjabat Menteri Negara Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di kabinet Presiden BJ Habibie.
Setelah mundur dari jabatan itu,Hamzah Haz terpilih menjadi menjadi Wakil Ketua DPR RI periode 1999-2004.
Baca Juga: Penderita diabetes dengan kaki luka DFU harus perhatikan fakta ini
Kemudian, pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Hamzah Haz kembali diminta menjadi Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan Republik Indonesia.
Jabatan itu diterima, namun hanya berlangsung selama satu bulan saja.
Setelah itu, Hamzah Haz kembali fokus membesarkan Partai PPP, hingga kemudian terpilih menjadi Wakil Presiden ke-9 RI.