Dia mengaku saat itu mendaftar seleksi sekda karena diperintah, dan secara pribadi tidak minat karena banyak senior pejabat yang lebih layak dan lulusan IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri).
"Sedangkan saya lulusan teknik," tutur H Mujiono kepada rombongan CEO Promedia Teknologi Indonesia.
Karena diperintah, dia pun kemudian mendaftar dan di luar dugaan namanya terus lolos tahapan seleksi hingga mengerucut tiga nama sebagai calon kuat Sekda Banyuwangi.
"Sampai saat itu saya masih enggan untuk jadi sekda. Sampai bolak-balik diminta pun saya tolak, dan akhirnya tidak berkutik lagi," ungkapnya.
H Mujiono kemudian menegaskan dalam Pilkada 2024 Banyuwangi yang namanya dikaitkan sebagai bakal pendamping petahana juga tergantung perintah. Dan, dia juga masih mempelajari aturan mainnya.
"Apakah seorang ASN kalau maju dalam Pilkada bisa cuti atau harus mengundurkan diri, ini masih kita pelajari. Kalau diperintah, apa boleh buat?" kata Sekda Banyuwangi H Mujiono. ***(KKO)