berita

Erupsi Gunung Ijen Jawa Timur terjadi sejak tahun 1700an, sejarahnya begini

Sabtu, 13 Juli 2024 | 14:02 WIB
Gunung Ijen Jawa Timur yang kini berstatus Waspada Level II. (esdm.go.id)

WartaPesona.com - Gunung Ijen di Jawa Timur yang kini dalam status Waspada atau Level II, membuat kunjungan wisata ditutup sementara. Begitu pula bagi para penambang belerang.

Status Waspada Gunung Ijen Jawa Timur yang merupakan objek wisata favorit bagi para pendaki, mulai berlaku sejak Jumat (13/7/2024) malam pukul 22.00 WIB.

Dengan status Waspada Level II ini, objek wisata Gunung Ijen Jawa Timur hanya boleh didekati pada jarak 1,5 kilometer. Wisatawan juga dilarang menginap di kawasan kawah Gunung Ijen pada radius tersebut.

Sama halnya dengan Gunung Merapi di perbatasan DI Yogyakarta-Jawa Tengah, Gunung Ijen di Jawa Timur selalu menarik bagi para pendaki dan wisatawan umum.

Namun di balik daya tariknya tersebut, Gunung Ijen juga merupakan gunung api aktif. Sewaktu-waktu gunung api fenomenal ini bisa erupsi atau mengeluarkan awan panas dan gas beracun.

Karena itu wisatawan dan masyarakat diminta selalu mematuhi peringatan dari otoritas terkait, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Sementara itu, sejarah erupsi Gunung Ijen di Jawa Timur ini sudah pernah terjadi beberapa kali sejak tahun 1700an.

Mengutip Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi, dalam sejarah manusia erupsi Gunung Ijen terjadi sejak tahun 1796.

Jurnal karya A Zainuddin, Deden Wahyudin, Mamay Surmayadi, dan E Kusdinar dari Badan Geologi itu mencatat letusan Gunung Ijen pada tahun 1796 merupakan letusan freatik.

Kemudian, erupsi terjadi lagi pada tahun 1817. Pada tanggal 16 Januari tahun tersebut, penduduk Banyuwangi mendengar suara gemuruh dahsyat seperti dentuman meriam yang disertai gempa bumi.

Lalu, tanggal 15 Januari 1817 terjadi banjir lumpur menuju Banyuwangi. Sebagian besar air danau mengalir melalui Sungai Banyupait.

Tahun 1917, air danau mendidih bercampur lumpur dan uap, kadang-kadang juga terjadi letusan di danau kawah, lumpur terlempar ke atas hingga setinggi 8-10 meter di atas muka air. Hal yang sama terulang lagi pada tanggal 7-14 Maret 1917, dan dianggap sebagai letusan freatik.

Erupsi Gunung Ijen berikutnya terjadi pada tahun 1936. Pada tanggal 5-25 November, terjadi letusan freatik dan letusan di danau kawah yang menghasilkan lahar seperti letusan pada tahun 1796 dan 1817. Namun, saat itu tak ada korban jiwa.

Tahun 1952 tanggal 22 April pukul 6.30 WIB pagi, Gunung Ijen juga erupsi mengeluarkan asap setinggi 1 kilometer. Sementara itu di dalam kawah terjadi letusan lumpur setinggi 7 meter, hampir sama dengan peristiwa letusan pada tahun 1936.

Halaman:

Tags

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB