Fenomena ini, menunjukkan belahan bumi yang memiliki penerangan sama, dengan terminator matahari yang membagi bumi secara merata dari utara ke selatan.
Terminator matahari merupakan garis bayangan yang menunjukkan siang hari dan sinar matahari pada bola bumi.
Baca Juga: Membangun Keberagaman: Menyelaraskan Perbedaan Sosial dan Budaya
Dengan terjadinya Equinox bukanlah peristiwa jarak terdekat maupun terjauh antara matahari dengan bumi, yang disebut Perihelion. Sedangkan, titik terjauh bumi dengan matahari adalah Aphelion.
Sebenarnya fenomena ini menunjukkan 12 jam siang dan malam, di bulan ini secara tidak pasti menandai musim semi, diperingati sebagai waktu kelahiran kembali dan pembaharuan.
Menurut BMKG, dampak peristiwa Equinox terhadap perubahan suhu tidak terlalu signifikan, terdapat banyak faktor yang mempengaruhi perubahan suhu di bumi dan tidak bisa semata-mata disebabkan oleh posisi matahari, khususnya fenomena Equinox.
Baca Juga: Kesejahteraan Anak: Mewujudkan Masa Depan yang Berdaya
Terjadinya fenomena Equinox banyak semua orang khawatir untuk keluar rumah, tetapi BMKG menghimbau masyarakat agar tidak terlalu khawatir dengan informasi yang beredar di media sosial.
Demikian informasi mengenai informasi fenomena Equinox yang pada hari ini terjadi.***(SDP)/PR