berita

Sistem Kerja Tanaman Sebagai Pembersih Polusi Udara, Melalui Proses Fitoremediasi

Minggu, 19 November 2023 | 14:04 WIB
Tanaman pembersih udara melalui fitoremediasi. (foto: Freepik)



WartaPesona.com
- Polusi udara, siapa yang tidak mengetahuinya? Pasti semua dari kita tahu, bahkan seolah kita tidak mampu untuk menghindarinya akan dampak dari polusi udara yang tengah terjadi saat ini.

Merujuk pada data Global Burden Diseases 2019, diantaranya terdapat 5 penyakit gangguan pernapasan yang bisa menyebabkan kematian dengan tinggat paling tinggi di dunia, "Diseases and Injuries Collaborators".

Berikut sederet penyakit yang dapat menyebabkan kematian dengan tingkat paling tinggi di dunia, diantaranya yaitu asma, kanker paru, tuberkulosis, pneumonia, hingga paru obstruktif kronis (PPOK).

Baca Juga: Peran Vital Organisasi Internasional dalam Krisis Global untuk Menangani Tantangan Global

Adanya data tersebut menunjukkan bahwa 209 kejadian yang disebabkan oleh penyakit PPOK dengan jumlah 3,2 juta kematian, 29 kejadian kanker paru dengan 1,8 juta kematian, 6.300 Pneumonia dengan kejadian hingga 2,6 juta, tuberkulosis dengan 109 kejadian, dengan jumlah kematian 1,2 juta jiwa, dan asma hingga 477 tinggat kejadian, hingga mencapai 455 ribu kematian.

Itu sebabnya, sangat diperlukan inovasi guna mengurangi bahkan menghilangkan polusi udara yang terjari saat ini. Diantaranya dengan cara menerapkan fitoremediasi.

Fitoremediasi ialah pemanfaatan serta penggunaan tumbuhan, agar dapat menstabilkan, mengurangi, menghilangkan bahkan menghancurkan bahan-bahan seperti organik atau pun anorganik yang bisa menjadi penyebab pencemar.

Baca Juga: Kolaborasi Internasional dalam Mendorong Inovasi Teknologi: Menuju Kemajuan Global

Fitoremediasi ini digunakan untuk bertujuan memanfaatkan tanaman sebagai biore median agar mengurangi tingkat pencemaran udara.

Tanaman dari fitoremediator itu mampu menyerap hingga berbagai polutan, diantaranya seperti NO, NO2, CO, HF, SO3, dan 03.

Kendati tidak semua jenis tanaman dapat menyerap polutan secara efisien, sebab adanya tingkat perbedaan toleransinya.

Baca Juga: Perdagangan Global di Era Digital: Transformasi, Tantangan, dan Prospek Masa Depan

Indeks dari toleransi tanaman pada pencemaran udara dalam bentuk angka, disebut sebagai Air Pollution Tolerance Index (APTI).

APTI, merupakan suatu hal yang menunjukkan nilai dari tingkat toleransi tanaman akan polusi udara, Hasil riset pada 2016 menunjukkan bahwa tanaman dengan nilai APTI tertinggi, toleran terhadap adanya polusi udara.

Sebaliknya, tanaman dengan APTI rendah, adalah tanda nilai APTI tersebut sensitif, atau kurang toleran terhadap pencemaran udara.

Proses dari remediasi tumbuhan menghasilkan fungsi sebagai:

1. Penghasil Karbon dan Energi

Sebelum menjadikan polutan sumber nutrisi, mikroorganisme mampu menggunakan hasil metabolisme dari akar tumbuhan untuk menjadi sumber energi dan karbon.

2. Sistem pompa dan pengolah yang di gerakkan matahari, Sollar Driven pump and treat system.

Sistem bagian dari akar yang akan menarik zat cair serta larutan ketika proses transpirasi yang dibantu oleh sinar matahari.

Hingga mikroorganisme dapat dengan mudah menyerap sumber nutrisi terhadap polutan yang menempel pada akar.

3. Transfer Oksigen, menurunkan permukaan water table/permukaan air

Akar tumbukan memiliki fungsi yang dapat menyalurkan oksigen untuk mikroorganisme, lebih dari itu, permukaan air pun bisa diturunkan oleh akar, sehingga dapat terjadi difusi pada gas.

Tanaman lanskap merupakan kelompok dari tanaman yang memiliki banyak fungsi, yakni untuk tanaman peneduh di jalan, tanaman pagar, tanaman keindahan, hingga menjadi penyerap polusi udara.

Morfologis dari tanaman lanskap seperti tekstur, bentuk, warna daun, hingga aroma, adalah kriteria estetika.

Oleh karena itu tanaman perdu, semak dan juga penutup tanah ini, sering digunakan sebagai sebuah elemen lunak lanskap.

Tanaman lanskap dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yakni tanaman jenis perdu, tanaman jenis pohon, tanaman jenis penutup tanah, dan tanaman jenis semak.

Bagian dari tajuk tanaman terutama pada daunnya yang berkerja untuk penyerap polutan, proses pengurangan polutan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu diserap dan dijerap agar masuk pada struktur daun dengan stomata yang terdapat pada bagian daun.***


Penulis : Feri Candra

 

Tags

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB