Mendikbudristek Nadiem Makarim juga mengungkapkan berbagai bantuan penguatan komunitas sastra yang baru diluncurkan tahun ini juga telah dirasakan manfaatnya oleh banyak komunitas literasi dan sastra di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Bimo Krido, lakon wayang kulit yang akan dipentaskan di HUT ke-78 TNI 2023, ceritanya tentang apa?
Hal itu menurutnya adalah hasil gotong-royong dan kolaborasi, serta komitmen bersama untuk bekerja sama membawa perubahan.
Sementara itu terkait pembelajaran nilai-nilai Pancasila bagi generasi penerus, Nadiem Makarim menyatakan pihaknya mentransformasikan pendidikan Pancasila dengan mengedepankan pembelajaran berbasis projek.
Menurut Nadiem Makarim, pendekatan tersebut memungkinkan peserta didik mengimplementasikan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Sejarah TNI yang diperingati setiap tanggal 5 Oktober, dari zaman 1945 hingga Reformasi 1998
Dengan demikian, kelima butir yang menyusun azas bangsa dan negara tidak hanya menjadi hafalan. Tapi, berlaku sebagai pedoman dan panduan yang senantiasa relevan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari sebagai manusia Indonesia.
"Dengan semangat gotong-royong yang terus diwariskan lintas generasi, peringatan Hari Kesaktian Pancasila adalah momentum yang tepat untuk memastikan keberlanjutan Merdeka Belajar dan Merdeka Berbudaya," kata Nadiem Makarim. *(SA/K)