Potret Prof. Dr. Sulianti Saroso: Kontribusi Besar dalam Perkembangan Kesehatan di Indonesia

photo author
Tim Warta Pesona 03, Warta Pesona
- Jumat, 12 Mei 2023 | 13:46 WIB
Foto Prof Dr Sulianti Saroso  merupakan seorang dokter perempuan pertama di Indonesia yang memiliki wajah cantik dan rupawan. (blogspot.com)
Foto Prof Dr Sulianti Saroso merupakan seorang dokter perempuan pertama di Indonesia yang memiliki wajah cantik dan rupawan. (blogspot.com)

WartaPesona.com- Prof Dr Sulianti Saroso adalah seorang dokter perempuan pertama di Indonesia yang berkontribusi besar dalam perkembangan bidang kesehatan di Indonesia.

Ia memperjuangkan akses kesehatan bagi masyarakat rentan, menginisiasi program Keluarga Berencana, dan mengatasi wabah penyakit menular di Indonesia.


Sulianti Saroso lahir pada 10 Mei 1917 di Karangasem, Bali. Ayahnya, Dokter M. Sulaiman, adalah seorang dokter dan karena tugasnya yang selalu berpindah-pindah, Sulianti menempuh pendidikan di daerah yang berbeda-beda.

Baca Juga: Misteri dan Kengerian di Balik Pulau Terseram di Indonesia: Eksplorasi Pulau galang

Sulianti mengenyam pendidikan dasar di Europeesche Lagere School (ELS) yang berbahasa Belanda, pendidikan menengah elit di Gymnasium Bandung, dan pendidikan tinggi di Geneeskundige Hooge School (GHS), sebutan baru bagi Sekolah Kedokteran STOVIA di Batavia. Sulianti kemudian lulus sebagai dokter pada tahun 1942.


Sulianti kemudian melanjutkan pendidikannya di Eropa dan Amerika Serikat, dimana ia menerima sejumlah gelar dalam bidang kesehatan masyarakat. Ia juga menerima beasiswa dari World Health Organization (WHO) untuk mempelajari sistem kesehatan ibu hamil dan anak di Eropa.


Setelah kembali ke Indonesia, Sulianti memperjuangkan akses kesehatan bagi masyarakat rentan, khususnya perempuan dan anak-anak. Ia menginisiasi program Keluarga Berencana (KB) di Indonesia untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk dan meningkatkan kesehatan ibu dan anak.

Baca Juga: 5 Tempat Wisata Terbaik yang Harus Dikunjungi di Yogyakarta

Sulianti menghadapi banyak rintangan dalam menjalankan programnya karena masih banyak orang yang tidak setuju dengan gagasannya tentang pendidikan seks, alat kontrasepsi, dan pengendalian kehamilan serta kelahiran.


Namun, Sulianti tetap gigih memperjuangkan program KB dan membangun model sistem pelayanan ibu dan anak dalam bentuk pos layanan di Lemah Abang, Bekasi. Selain untuk memberikan pelayanan medik bagi ibu dan anak, pos ini juga didirikan untuk memfasilitasi kehidupan ibu dan anak yang sehat dan bahagia.


Pada tahun 1960an, Sulianti mengambil beasiswa di Tulane Medical School, Louisiana dan meraih gelar Master of Public Health (MPH) dan Doctor of Philosophy (PhD) atas disertasinya tentang epidemiologi bakteri E. Coli.

Baca Juga: Strategi Marketing Efektif : Meningkatkan Penjualan Produk melalui Instagram

Setelah meraih PhD-nya, Sulianti membantu mengatasi berbagai wabah penyakit menular seperti flu burung dan virus cacar di Indonesia. Berkat upayanya tersebut, Indonesia berhasil menjadi negara pertama di Asia yang berhasil mengatasi wabah cacar.


Karyanya dalam bidang kesehatan membuat Sulianti Saroso mendapatkan banyak penghargaan, baik dari dalam maupun luar negeri. Ia juga menjadi dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan aktif dalam berbagai organisasi kesehatan internasional, termasuk sebagai ketua Persatuan Dokter Indonesia (PDI) dan anggota World Health Organization (WHO).


Namun, perjalanan Sulianti tidak selalu mulus. Pada tahun 1998, Sulianti menjadi korban kekerasan politik saat terjadi kerusuhan di Jakarta. Rumahnya dibakar dan Sulianti terpaksa mengungsi. Meskipun begitu, Sulianti tetap memperjuangkan hak-hak kesehatan masyarakat, terutama bagi yang terdampak konflik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

KPK Tangkap Bupati Langkat Syah Afandin

Jumat, 3 Juli 2026 | 08:56 WIB
X