Dugaan Pemerasan di Tanah Abang Tuai Sorotan, Pelaku Minta Uang hingga Ratusan Ribu

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Senin, 30 Maret 2026 | 11:53 WIB
Kasus dugaan pemerasan oleh oknum preman pada kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat - WartaPesona.com (Tinta Putih)
Kasus dugaan pemerasan oleh oknum preman pada kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat - WartaPesona.com (Tinta Putih)

WartaPesona.com - Sebuah rekaman video yang memperlihatkan dugaan aksi pemalakan terhadap pengendara motor di kawasan Kebun Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat (Jakpus), viral di media sosial dan memicu perhatian luas dari publik.

Peristiwa ini menjadi sorotan, terutama karena terjadi di tengah momentum arus mudik dan libur Lebaran 2026, saat banyak masyarakat dari luar daerah datang ke wilayah DKI Jakarta.

Video tersebut salah satunya diunggah oleh akun Instagram @fakta.jakarta pada Sabtu, 28 Maret 2026.

Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang pengendara motor diduga menjadi korban pemerasan oleh sejumlah orang tak dikenal (OTK) yang diduga merupakan oknum preman.

Mereka disebut memaksa korban untuk memberikan sejumlah uang dengan dalih “uang lewat” atau bentuk kontribusi lingkungan.

Baca Juga: Enzy Storia Kenang Vidi Aldiano di Hari Lahirnya, Suasana Ziarah Penuh Haru

Pemotor Diduga Dipalak Rp300 Ribu

Berdasarkan keterangan dalam unggahan tersebut, korban yang merupakan pengendara dengan pelat nomor luar Jakarta diminta membayar uang sebesar Rp300 ribu.

Jumlah tersebut tentu tergolong besar, terlebih bagi pengendara yang hanya melintas atau berhenti sejenak di kawasan tersebut.

“Kendaraan pelat luar daerah dipalak Rp300 ribu di Tanah Abang,” tulis keterangan dalam unggahan.

Dalam video, korban tampak tidak memiliki banyak pilihan selain mengikuti permintaan para pelaku.

Situasi tersebut memicu kekhawatiran publik terkait keamanan di ruang publik, khususnya bagi para pemudik atau pengendara dari luar daerah.

Baca Juga: Heboh Video Dua Perempuan Kejar Pria Diduga Pelaku Pelecehan di Bekasi hingga Terjatuh ke Got

Kronologi Kejadian : Korban Berhenti Buka Maps

Usut punya usut, peristiwa tersebut bermula saat korban menepi di pinggir jalan untuk membuka aplikasi navigasi Google Maps guna memastikan rute perjalanan menuju Bandung.

Namun, saat berhenti itulah korban didatangi oleh tiga orang pria yang mengaku sebagai warga setempat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB

Houthi, Sekutu Iran di Yaman Serang Arab Saudi.

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:03 WIB
X