Oleh karena itu, program tersebut tidak boleh terhenti meski memasuki bulan Ramadan atau hari libur.
Menurut Dadan, periode kehamilan hingga usia balita merupakan masa emas atau golden time period yang sangat menentukan pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak.
“Di hari libur, di Ramadan, program kita akan tetap jalan karena target utama kita adalah ibu hamil, menyusui, dan anak balita,” tutur Dadan.
Ia menekankan bahwa pencegahan stunting harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, tanpa terputus oleh momen keagamaan atau agenda nasional lainnya.
“Golden time period-nya pendek sekali, karena di situlah stunting dicegah dan perkembangan otak anak berlangsung sangat pesat,” tandasnya.
Dengan tetap berjalannya MBG selama Ramadan 2026, pemerintah berharap upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat dapat terus terjaga, sekaligus menekan angka stunting nasional sesuai target pembangunan kesehatan jangka panjang. *****
Baca Juga: Duduk Hadang Kendaraan Sambil Minta Uang, Aksi Pria Lansia di Bogor Jadi Sorotan
Artikel Terkait
Duduk Hadang Kendaraan Sambil Minta Uang, Aksi Pria Lansia di Bogor Jadi Sorotan
Abaikan Bahaya, Warga Masih Mendekat ke Sinkhole Aceh Tengah Meski Sudah Dipasang Garis Polis
Polemik ‘Mens Rea’ Menguat, Pandji Pragiwaksono Angkat Bicara soal Tuduhan Konten Menghina Wapres
Aksi Gundul Eddi Brokoli Demi Korban Bencana Sumatera, Seruan Jaga Hutan Indonesia Ikut Menggema