Jalan yang rusak dan berlumpur membuat aktivitas harian seperti berbelanja, bekerja, hingga mengakses layanan kesehatan menjadi sangat terbatas.
Bukan Sekadar Konten Media Sosial
Virdian mengingatkan bahwa kondisi yang viral di media sosial bukan sekadar tontonan atau konten sesaat.
“Bagi banyak orang, mungkin itu hanyalah timeline medsos atau berita selewat saja,” tuturnya.
“Tapi bagi masyarakat Aceh, ini adalah jalan yang mereka lalui setiap hari. Jalan licin, berlumpur, dan berbahaya,” imbuhnya.
Ia menekankan bahwa bagi warga setempat, kondisi tersebut bukan hanya persoalan kenyamanan, melainkan menyangkut keselamatan dan keberlangsungan hidup.
Jembatan Dibangun, Pemulihan Masih Berjalan
Di sisi lain, Virdian mengungkapkan bahwa saat ini telah dibangun jembatan penghubung di lokasi tersebut sebagai bagian dari upaya pemulihan infrastruktur.
“Dan sekarang sudah ada jembatan yang sedang dibangun oleh TNI,” jelasnya.
Meski demikian, keberadaan jembatan tersebut belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan.
Akses jalan menuju dan dari jembatan masih dalam kondisi licin dan rawan, terutama saat hujan turun.
“Dan ini sudah jadi, namun pemulihan jalan ini masih sangat-sangat licin,” kata Virdian.
Pemulihan Belum Tuntas
Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana di Bener Meriah masih belum tuntas sepenuhnya.
“Jadi saya ingin ingatkan, banjirnya memang sudah selesai, tapi pemulihannya belum tuntas,” tegasnya.
Virdian juga menyoroti pentingnya pemulihan ekologis dan infrastruktur secara menyeluruh, bukan hanya perbaikan sementara.
Artikel Terkait
Air Minum Langka di Area Kota Aceh Tamiang, Warga : Mau Beli Susah, Bantuan Juga Minim
Banjir Luluhlantakkan Rumahnya, Warga Pidie Jaya Bingung Usai Keluar dari RS : Tak Tahu Harus Pulang ke Mana
Fenomena Sinkhole di Limapuluh Kota Jadi Perhatian Publik, Polisi Pasang Garis Pengaman di Area Persawahan
Haru di Bener Meriah, Dokter Ilham Ceritakan Relawan yang Berduka namun Tak Henti Membantu Korban Banjir