Banjir Bandang dan Longsor Terjang Sukabumi, 1.500 Warga Mengungsi di SDN 1 Cisolok

photo author
Syamsi Achdali, Warta Pesona
- Selasa, 28 Oktober 2025 | 11:57 WIB
Tim BPBD daSuasana banjir bandang di Kecamatan Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (27/10/2025) - WartaPesona.com (Instagram.com/@blitz)
Tim BPBD daSuasana banjir bandang di Kecamatan Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (27/10/2025) - WartaPesona.com (Instagram.com/@blitz)

 

Ringkasan :

  1. Hujan deras yang mengguyur Sukabumi, Jawa Barat, pada Senin, 27 Oktober 2025, menyebabkan banjir bandang dan longsor di sejumlah wilayah Kecamatan Cisolok
  2. Sekitar 1.500 warga kini mengungsi di SDN 1 Cisolok dan rumah kerabat terdekat. BPBD Sukabumi bersama TNI, Polri, dan relawan telah mendirikan posko tanggap darurat serta dapur umum di Kantor Kecamatan Cisolok. 
  3. Banjir dan longsor di Sukabumi menjadi bagian dari rangkaian bencana hidrometeorologi yang melanda Pulau Jawa dalam sepekan terakhir. 

Ringkasan di atas dihasilkan menggunakan AI.

WartaPesona.com - Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Sukabumi, Jawa Barat, sejak Senin, 27 Oktober 2025, memicu bencana banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah titik di Kecamatan Cisolok.

Peristiwa ini menimbulkan dampak cukup luas dengan total 1.873 warga dari 626 kepala keluarga terdampak, sementara ratusan rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi melaporkan bahwa enam kampung terdampak banjir, masing-masing Kampung Tugu Desa Cikahuripan, Kampung Cikondang dan Marinjung Desa Karangpapak, Kampung Cigoler Desa Cisolok, Kampung Cikondang Desa Wangunreja, serta Kampung Cikelat.

Baca Juga: Tanggap Bencana: Pemerintah Aktif Lakukan Evakuasi dan Penanganan Banjir di Wilayah Jakarta dan Bekasi

Selain itu, dua lokasi lain, yakni Kampung Pamokolan Desa Sukarame dan Kampung Cikondang Desa Wangunsari, mengalami longsor yang menutup sebagian akses jalan warga.

“Peristiwa ini merupakan salah satu banjir bandang terbesar yang terjadi di Sukabumi sepanjang tahun 2025. Sebagian warga terdampak kini mengungsi di rumah kerabat terdekat,” ujar Anggota BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, dalam keterangannya pada Selasa, 28 Oktober 2025.

BPBD Sukabumi mencatat sekitar 1.500 warga dari 500 kepala keluarga kini mengungsi di SDN 1 Cisolok dan sejumlah rumah kerabat. Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan telah mendirikan posko utama dan dapur umum di halaman Kantor Kecamatan Cisolok untuk memastikan distribusi bantuan berjalan lancar.

Daeng menambahkan bahwa kebutuhan utama pengungsi saat ini meliputi tenda darurat, air bersih, alat kebersihan, bahan makanan, serta peralatan sanitasi.

Baca Juga: Tanggap Bencana Erupsi Lewotobi, Kemenparekraf Pastikan Evakuasi Wisatawan di Labuan Bajo Berjalan Lancar

“Kami berupaya agar kebutuhan dasar warga dapat segera terpenuhi sambil terus melakukan pendataan terhadap rumah dan fasilitas yang rusak,” ujarnya.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, bencana ini mengakibatkan kerusakan cukup parah pada beberapa infrastruktur penting.

Akses jalan antardesa sempat terputus akibat tumpukan material lumpur dan batu. Proses pembersihan jalan dilakukan secara bertahap dengan bantuan alat berat yang dikerahkan sejak pagi hari.

Fenomena cuaca ekstrem ini tidak hanya berdampak di wilayah Sukabumi. Dalam waktu yang hampir bersamaan, bencana serupa juga dilaporkan terjadi di sejumlah daerah lain di Jawa Barat.

Di Kota Bandung, hujan deras pada Sabtu, 25 Oktober 2025, menyebabkan 73 rumah di Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astana Anyar, tergenang air.

Baca Juga: Presiden Prabowo Instruksikan Respons Cepat Tangani Bencana Banjir dan Longsor di Pekalongan

Sedangkan di Kabupaten Bandung Barat, longsor terjadi di dua desa di Kecamatan Lembang dan dua desa di Kecamatan Cipongkor yang mengakibatkan 30 kepala keluarga terdampak dan sepuluh keluarga harus mengungsi.

Sementara itu, di Jawa Tengah, banjir melanda Kabupaten Grobogan, Demak, dan Kota Semarang. Hingga Selasa, 28 Oktober 2025, genangan air di Semarang masih mencapai ketinggian hingga 120 sentimeter di 14 titik.

Di Kabupaten Demak, 11 desa di lima kecamatan tergenang sejak Jumat, 24 Oktober 2025, dengan total kerugian meliputi 230 rumah, tiga fasilitas ibadah, satu sekolah, empat ruas jalan, dan 35 hektar area persawahan.

Kondisi serupa juga terjadi di beberapa daerah di Jawa Timur, termasuk Kabupaten Lumajang, Kota Nganjuk, dan Jember. Meskipun genangan air mulai surut pada Senin, 27 Oktober 2025, tim BPBD setempat tetap disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.

Baca Juga: Pemprov Gorontalo dirikan dapur umum untuk korban banjir, Rumah Dinas Wagub dijadikan Posko Pusat Komando Bencana Banjir

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih berpeluang terjadi di sebagian besar wilayah Pulau Jawa dalam beberapa hari ke depan.

Pemerintah daerah diminta meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat sistem mitigasi bencana guna mengurangi risiko kerugian yang lebih besar.

Dengan kondisi cuaca yang belum stabil, masyarakat diimbau tetap waspada, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan bencana seperti lereng bukit, bantaran sungai, dan wilayah berlereng curam.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi berkomitmen untuk terus menyalurkan bantuan dan mempercepat pemulihan wilayah terdampak agar masyarakat dapat segera kembali ke rumah masing-masing dengan aman.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Sumber: Promedia Teknologi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X