Ringkasan :
- Pemerintah resmi meluncurkan Program Magang Nasional pada Oktober 2025 sebagai upaya membuka peluang bagi mahasiswa tingkat akhir dan fresh graduate untuk memperoleh pengalaman kerja. Program ini menjadi perhatian publik karena menawarkan upah setara Upah Minimum Provinsi (UMP).
- Namun, program ini menuai kritik keras dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh. Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menyebut program ini sebagai bentuk “penghinaan terhadap sarjana”.
- Pemerintah menegaskan bahwa tujuan program ini adalah untuk memberikan kesempatan belajar dan mengenal dunia kerja bagi lulusan muda.
Ringkasan ini dihasilkan oleh AI.
WartaPesona.com - Pemerintah resmi meluncurkan Program Magang Nasional pada Oktober 2025. Program ini ditujukan bagi mahasiswa tingkat akhir dan fresh graduate yang ingin memperoleh pengalaman kerja sekaligus pendapatan sesuai Upah Minimum Provinsi (UMP).
Langkah ini disambut positif oleh banyak pihak karena dinilai bisa menjadi solusi di tengah tantangan lapangan kerja yang semakin ketat. Dalam 10 hari sejak diumumkan, lebih dari 104 ribu peserta telah mendaftar dan 1.147 perusahaan bergabung.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyebut, gelombang pertama membuka 20 ribu kuota magang, dan gelombang kedua dengan 80 ribu kuota tambahan akan dibuka pertengahan November 2025. “Antusiasme sangat tinggi, dan peserta akan langsung diseleksi oleh perusahaan,” ujarnya.
Baca Juga: Dulu Banyak yang Nganggur, Sekarang Fresh Graduate Bisa Langsung Dapat Kerja Lewat Program Ini!
KSPI dan Partai Buruh Kecam: “Pemagangan Ini Menghina Sarjana”
Namun, di balik antusiasme itu, muncul gelombang kritik dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh.
Presiden Partai Buruh Said Iqbal menyebut program ini tidak sesuai dengan aturan ketenagakerjaan dan justru merendahkan derajat lulusan sarjana.
“Pemagangan seharusnya untuk siswa atau mahasiswa tingkat akhir, bukan fresh graduate. Ini pemagangan yang menghina sarjana. Orang sekolah sarjana itu susah,” tegas Said dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 13 Oktober 2025.
Ia menilai, pemerintah seharusnya memperkuat kebijakan penyerapan tenaga kerja tetap, bukan membuka skema magang untuk lulusan yang sudah menyelesaikan pendidikan tinggi.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Bocorkan Solusi untuk Fresh Graduate: Tenang, 100 Ribu Magang Berbayar Siap Dibuka!
Pemerintah dan Menkeu Purbaya Tetap Dukung Program
Meski mendapat kritik, pemerintah menegaskan bahwa Program Magang Nasional bertujuan memberi ruang belajar dan pengalaman kerja bagi lulusan baru sebelum benar-benar masuk dunia profesional.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy mengatakan, program ini dirancang sebagai jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja, agar lulusan muda memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.
Dukungan juga datang dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang memastikan program ini akan terus dilanjutkan hingga mencapai 100 ribu peserta.
Baca Juga: Magang Bergaji Nasional Diperluas, Mampukah Program Ini Kurangi Pengangguran Muda?
“Perusahaan pasti tertarik karena mereka dapat tenaga kerja yang siap belajar, sementara peserta bisa dapat pengalaman langsung di lapangan,” ujar Purbaya.
Ia menilai, pengalaman itu penting agar para lulusan tidak gagap ketika melamar pekerjaan tetap di masa mendatang.***
Artikel Terkait
Panduan Daftar SIAPKerja Magang Nasional 2025: Syarat, Jadwal, dan Manfaatnya
Magang Bergaji Nasional Diperluas, Mampukah Program Ini Kurangi Pengangguran Muda?
Menkeu Purbaya Bocorkan Solusi untuk Fresh Graduate: Tenang, 100 Ribu Magang Berbayar Siap Dibuka!
Dulu Banyak yang Nganggur, Sekarang Fresh Graduate Bisa Langsung Dapat Kerja Lewat Program Ini!