Polisi Diserang Pisau Saat Razia, Pengendara Ditangkap Usai Sembunyi di Kebun

photo author
Syamsi Achdali, Warta Pesona
- Senin, 14 Juli 2025 | 22:13 WIB
Foto Ilustrasi - Telah terjadi penyerangan oleh pengendara motor di Operasi Patuh Nala 2025 Bengkulu Tengah. (FacebookDivHumasPolri)
Foto Ilustrasi - Telah terjadi penyerangan oleh pengendara motor di Operasi Patuh Nala 2025 Bengkulu Tengah. (FacebookDivHumasPolri)



WartaPesona.com - Bengkulu Tengah — Operasi Patuh Nala 2025 yang rutin digelar untuk menegakkan disiplin lalu lintas nyaris berubah menjadi tragedi.

Seorang anggota polisi nyaris terluka saat seorang pengendara bermotor nekat menyerangnya dengan pisau di depan Mapolres Bengkulu Tengah, Senin pagi, 14 Juli 2025.

Dalam rekaman video yang viral di media sosial, tampak pengendara tanpa pelat nomor mencoba menerobos razia.

Baca Juga: Prabowo Disalami Langsung Macron di Bastille Day, Indonesia Dapat Penghormatan Khusus di Panggung Dunia

Saat dihentikan oleh petugas, pria tersebut justru mengeluarkan pisau dari pinggang dan mengayunkannya ke arah polisi.

Reaksi cepat aparat berhasil mencegah cedera serius. Namun, peristiwa ini memicu kejar-kejaran dramatis, bahkan terdengar suara tembakan peringatan dari petugas.

Pelaku sempat melarikan diri dan bersembunyi di kebun milik warga. Setelah upaya pencarian, ia berhasil ditangkap dalam kondisi tubuh berlumuran lumpur.

Pihak kepolisian langsung membawa pelaku ke Satreskrim Polres Bengkulu Tengah untuk pemeriksaan lebih lanjut. Identitas dan motif pelaku masih belum diungkap ke publik.

Baca Juga: Antrean Ribuan Pelamar Kerja Padati Jalan Siliwangi Cianjur, Toko Ritel Jadi Incaran

Peristiwa ini menyoroti risiko nyata yang dihadapi petugas dalam menjalankan tugasnya di lapangan.

Alih-alih sekadar menegakkan aturan lalu lintas, mereka kini harus bersiaga terhadap potensi ancaman yang tidak terduga dari warga yang tidak taat hukum.

Operasi Patuh Nala sendiri merupakan upaya preventif tahunan untuk meningkatkan kesadaran keselamatan berkendara.

Namun, insiden ini menunjukkan bahwa disiplin di jalan harus dibarengi dengan penghormatan terhadap hukum dan aparat penegakannya. ***(SA)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X