WartaPesona.com - Jakarta — Pemerintah bergerak cepat dalam melindungi konsumen dari praktik nakal di sektor pangan, khususnya beras.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengeluarkan peringatan keras kepada para pengusaha beras yang masih mempermainkan kualitas dan volume penjualan.
Dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Senin (7/7/2025), Amran menegaskan bahwa pihaknya telah menemukan banyak merek beras yang tidak sesuai dengan standar mutu nasional.
Baca Juga: Lampu Hijau dari MBS: Kampung Haji Indonesia Siap Direalisasikan di Makkah
“Kami minta yang tidak sesuai standar, segera diperbaiki. Jangan main-main dengan pangan rakyat,” tegas Amran.
Kementan menemukan bahwa 85,56% beras premium di pasar tidak memenuhi standar mutu, dan 95,12% beras medium dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Selain itu, sebagian besar kemasan juga tidak sesuai takaran — menyebabkan kerugian besar bagi konsumen.
“Rugi masyarakat dari beras premium bisa mencapai Rp34,21 triliun, sedangkan beras medium Rp65,14 triliun setiap tahun,” ungkap Amran.
Untuk itu, Amran memastikan bahwa Satgas Pangan akan mengawasi lebih ketat, tak hanya di ibu kota tetapi hingga ke pelosok daerah.
Langkah ini dilakukan agar para pengusaha tidak sembarangan memainkan harga dan kualitas beras.
Baca Juga: Comeback Dramatis! Meksiko Singkirkan AS dan Kembali Raih Gelar Juara Piala Emas 2025
“Satgas Pangan akan bekerja sampai ke daerah. Kami serius,” ujarnya tegas.
Amran mengaku telah menyerahkan daftar 212 merek beras bermasalah kepada aparat penegak hukum, sebagai bentuk komitmen memberantas mafia pangan yang merugikan masyarakat luas.***(SA)
Artikel Terkait
Banjir Gol di GBK! Oxford United Taklukkan Indonesia All Star 6-3 di Piala Presiden 2025
Persib Bandung Tumbang di Kandang, Port FC Menang 2-0 di Piala Presiden 2025
Insiden Terbakar di Bandung, Ini Fakta dan Spesifikasi Baterai Wuling Air EV
Banjir Parah Jakarta: Warga Bertahan, Pemerintah Berupaya Melindungi Warga dan Percepatan Pemulihan