WartaPesona.com — Langkah Indonesia dalam memperkuat hubungan bilateral dengan Amerika Serikat (AS) mendapat perhatian baru dengan munculnya nama Dwisuryo Indroyono Soesilo, mantan Menteri Koordinator Kemaritiman era Presiden Joko Widodo, sebagai calon duta besar (dubes) untuk Negeri Paman Sam.
Nama Indroyono muncul dalam rangkaian fit and proper test yang diselenggarakan oleh Komisi I DPR RI selama dua hari, 5–6 Juli 2025, di Kompleks Parlemen, Senayan.
Uji kelayakan ini melibatkan 24 calon dubes, yang dijadwalkan dalam dua sesi tiap harinya.
Menurut Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono, pengalaman panjang Indroyono di pemerintahan menjadi faktor kuat dalam pemilihannya.
Baca Juga: Menjawab Tantangan Global, 6 Calon Dubes RI Paparkan Visi Strategis di Hadapan DPR
“Rekam jejak beliau sangat relevan. Pernah menjadi ASN, menteri, dan perwakilan Indonesia di FAO Italia. Itu bukti kapabilitas globalnya,” ujar Dave.
Dave menambahkan bahwa selain pengalaman teknokratis dan birokratis, kemampuan komunikasi internasional Indroyono dinilai mumpuni dan menjadi pertimbangan kunci untuk menempati posisi diplomatik strategis tersebut.
“Kemampuan berkomunikasinya memperkuat keyakinan kami bahwa beliau cocok untuk mewakili Indonesia di Washington,” ucapnya.
Penempatan ini menjadi sangat krusial, mengingat kursi dubes RI untuk AS telah kosong sejak Juli 2023, pasca pengunduran diri Rosan Roeslani yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri BUMN.
Baca Juga: Diplomasi Indonesia Naik Kelas: Calon Dubes Dipenuhi Figur Strategis dan Berpengalaman
Kekosongan ini sempat menimbulkan kekhawatiran, terutama di tengah isu geopolitik dan wacana tarif impor AS terhadap Indonesia yang muncul belakangan ini.
Dalam konteks tersebut, keberadaan sosok yang kuat dan berpengaruh di Washington menjadi kebutuhan mendesak.
Diusulkannya Indroyono, yang pernah menangani isu-isu maritim dan pangan global, memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya menempatkan figur politik biasa, tetapi figur yang memahami strategi diplomasi ekonomi dan geopolitik dunia.
Baca Juga: Jalan Buntu Diplomasi Ukraina: AS Geram, Rusia Tegas Bertahan
Artikel Terkait
Insiden Wuling Air EV di Bandung Sorot Isu Keselamatan Mobil Listrik: Netizen Tagih Respons Produsen
Kegagalan Timnas Putri Jadi Cermin Ketimpangan Persiapan: Erick Thohir Tegaskan Butuh Waktu dan Komitmen Jangka Panjang
Jalan Buntu Diplomasi Ukraina: AS Geram, Rusia Tegas Bertahan
Diplomasi Indonesia Naik Kelas: Calon Dubes Dipenuhi Figur Strategis dan Berpengalaman