Pariwisata Bukan Lagi Pelengkap: Kini Jadi Pilar Utama Penggerak Ekonomi Nasional

photo author
Anne Ardianti, Warta Pesona
- Jumat, 25 April 2025 | 14:25 WIB
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana pada saat menyampaikan sambutannya dalam perhelatan "The 37th Joint Commission Meeting for CAP-CSA" di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Rabh (16/4/2025). (Foto: https://kemenpar.go.id/)
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana pada saat menyampaikan sambutannya dalam perhelatan "The 37th Joint Commission Meeting for CAP-CSA" di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Rabh (16/4/2025). (Foto: https://kemenpar.go.id/)

WartaPesona.com- Jakarta, 16 April 2025 – Dalam forum internasional bergengsi The 37th Joint Commission Meeting for CAP-CSA yang digelar di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa pariwisata kini telah bertransformasi menjadi salah satu pilar utama penggerak ekonomi nasional Indonesia.

"Pariwisata bukan sekadar aktivitas liburan, tetapi telah menjelma menjadi motor ekonomi yang menggerakkan berbagai sektor, dari UMKM, industri kreatif, hingga penciptaan lapangan kerja," ujar Menteri Widiyanti dalam sambutannya, Rabu (16/4/2025).

Ia menambahkan bahwa sektor ini berbasis pada kekayaan alam, seni budaya, dan kreativitas, yang secara langsung memberi manfaat bagi masyarakat.

Baca Juga: Indonesia Tunjukkan Kelas Dunia: Peluncuran Pedoman Investasi Pariwisata Pertama di Asia Pasifik Bersama UN Tourism

Sepanjang tahun 2024, Indonesia mencatat 13,9 juta kunjungan wisatawan mancanegara dengan nilai devisa sebesar 16,7 miliar dolar AS. Sementara itu, wisatawan nusantara mencatatkan lebih dari 1 miliar perjalanan domestik, menciptakan perputaran ekonomi di berbagai daerah.

Dari segi kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sektor pariwisata menyumbang sekitar 4,04 persen pada tahun 2024.

Angka ini menunjukkan peran vital pariwisata dalam menjaga daya tahan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Strategis Indonesia-Fiji

Selain menghasilkan devisa, sektor pariwisata juga membuka akses lapangan pekerjaan yang luas.

Pada tahun yang sama, tercatat sekitar 25 juta masyarakat terserap di sektor ini, baik langsung maupun tidak langsung.

“Pariwisata adalah sektor jasa yang relatif bebas dari hambatan perdagangan dan tarif. Dengan potensi yang luar biasa, pariwisata Indonesia akan terus kita dorong sebagai sektor ekspor jasa unggulan,” jelas Menteri Widiyanti.

Baca Juga: Indonesia-Fiji Pererat Kolaborasi dari Pertahanan hingga Pendidikan

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pengembangan pariwisata ke depan akan sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada poin ke-3, 4, 6, dan 8, yakni penguatan ekonomi rakyat, peningkatan kualitas SDM, pemerataan pembangunan, serta pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan.

Kementerian Pariwisata berkomitmen mengembangkan pariwisata yang inklusif, ramah lingkungan, dan berkelas dunia sebagai fondasi baru ekonomi Indonesia yang tangguh dan adaptif.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

KPK Tangkap Bupati Langkat Syah Afandin

Jumat, 3 Juli 2026 | 08:56 WIB
X