WartaPesona.com- Pemerintah Indonesia menunjukkan respons yang cepat dan terkoordinasi dalam penanganan bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di sekitar Jakarta dan Bekasi.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengungkapkan bahwa tim kebencanaan dari berbagai instansi telah dikerahkan ke daerah terdampak untuk melakukan evakuasi dan memberikan bantuan kepada korban.
Dalam kesempatan tersebut, Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa Kementerian Sosial (Kemensos) memfokuskan perhatian pada dua klaster penting dalam penanganan bencana, yaitu logistik dan lokasi penampungan.
Baca Juga: Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas, Fokus pada Pendidikan Rakyat dan Ekonomi Desa
Bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pihaknya melakukan koordinasi untuk memastikan warga yang terdampak banjir mendapatkan tempat pengungsian yang layak.
“Semua tenaga kebencanaan telah berada di lapangan untuk membantu mengevakuasi warga dan memastikan kebutuhan dasar seperti pakaian, kasur, makanan, dan obat-obatan tersedia,” ujar Mensos Saifullah Yusuf di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Meski pendataan korban dan kerusakan akibat banjir masih berlangsung, Saifullah Yusuf mengungkapkan bahwa jumlah korban dan kerusakan akan terus diperbarui. Pihaknya bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta Kabupaten dan Kota Bekasi untuk memastikan data yang akurat dan lengkap terkait dampak bencana.
Baca Juga: Keppres Nomor 6 Tahun 2025: Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji yang Transparan dan Terjangkau
Bantuan kemanusiaan yang diberikan mencakup berbagai kebutuhan mendesak, seperti kasur, bantal, pakaian, serta makanan siap saji.
Pemerintah juga mendirikan dapur umum untuk memasok makanan bagi para pengungsi.
Salah satunya sudah beroperasi di Jatiasih, yang melibatkan kerjasama antara Pemerintah Kota Bekasi, Pemerintah Kabupaten Bekasi, dan Kementerian Sosial.
Selain itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga turut berperan dalam upaya mitigasi bencana.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan modifikasi cuaca untuk mengurangi intensitas hujan di wilayah yang rawan banjir, terutama di Jakarta dan Jawa Barat.
Tindakan modifikasi cuaca ini akan dilakukan secara bertahap dan terus dievaluasi.
Artikel Terkait
Selama libur Idul Adha Taman Margasatwa Ragunan Jakarta banjir pengunjung, diprediksi meningkat hingga Minggu
Musim pancaroba Oktober-Desember 2023, BMKG ingatkan warga waspada bencana banjir dan tanah longsor
Laporan Terkini Banjir Lahar Dingin Sumatera Barat, Tercatat 58 Korban Jiwa dan 35 Orang Hilang
"Tragedi Banjir Lahar Dingin Sumatra Barat: 58 Orang Meninggal dan Upaya Pemulihan Terus Dilakukan"
Pemprov Gorontalo dirikan dapur umum untuk korban banjir, Rumah Dinas Wagub dijadikan Posko Pusat Komando Bencana Banjir
Presiden Jokowi ingatkan potensi banjir produk impor murah, China overproduksi
Pemprov DKI Percepat Perbaikan Saluran Air di Jakarta Selatan, Cegah Banjir Musim Hujan
Banjir Parah Rusak Jalur Kereta Grobogan: Operasi Terganggu, Perjalanan Dialihkan
Presiden Prabowo Instruksikan Respons Cepat Tangani Bencana Banjir dan Longsor di Pekalongan
Komika Jaktim Apos Hutagaol Curhat Soal Banjir: 'Besok Belum Surut, Saya Benih Lele'