Pendidikan Kader Ulama ke Amerika Serikat
Dalam upaya mencetak pemimpin agama masa depan, Masjid Istiqlal bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk memberangkatkan kader ulama ke Amerika Serikat.
Mereka akan menjalani pelatihan selama enam bulan guna mendalami metodologi keilmuan Islam serta interfaith dialogue.
“Kader-kader ulama ini tidak hanya mahir dalam bahasa Arab, tetapi juga menguasai bahasa Inggris, yang akan membantu mereka dalam membangun komunikasi lintas budaya,” jelas Menag Nasaruddin Umar.
Masa Depan Masjid sebagai Pusat Ekonomi dan Wisata Religi
Tak hanya sebagai pusat ibadah, Masjid Istiqlal juga mulai merintis konsep basis ekonomi masjid, yang diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan ekonomi masyarakat.
“Selama Ramadhan, wisata religi juga akan menjadi daya tarik tersendiri, termasuk pengenalan budaya luar negeri dalam konteks keislaman,” tambah Menag.
Dengan beragam program inovatif ini, Masjid Istiqlal tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pembelajaran, kemanusiaan, dan pengembangan ekonomi umat selama Ramadhan 1446 H.***
Artikel Terkait
Menag Yaqut Kutuk Pembakaran dan Penyobekan Al-Quran, Itu adalah Teror dan Ekstremitas yang Merusak Harmoni
Menag Yaqut Apresiasi Perjuangan Tokoh dan Pesantren Dalam Rangka Peringatan Satu Abad NU
7 jemaah haji Indonesia wafat di Padang Arafah, Menag Yaqut ingatkan lontar jumrah di Mina akan lebih berat
Jemaah Haji Indonesia bersiap pulang ke Tanah Air, Menag Yaqut: Kuota Haji tahun 2024 sebesar 221.00 jemaah
Hari Santri 2023, Menag Yaqut ajak santri jihad intelektual di era teknologi digital jayakan negeri
Bertolak ke Saudi, Menag Bawa Misi Presiden Prabowo untuk Tingkatkan Kualitas Haji 2025
Menag Nasaruddin Umar Ajak Kepala Daerah Manfaatkan 100 Hari Pertama untuk Revolusi Manajemen