WartaPesona.com – Korea Selatan memulai tahun 2025 dengan suasana duka setelah kecelakaan pesawat Jeju Air pada 29 Desember 2024 menewaskan 179 orang.
Untuk menghormati korban, Pemerintah Korea Selatan menetapkan masa berkabung selama tujuh hari, termasuk membatasi perayaan malam tahun baru di Seoul.
Larangan Kembang Api di Malam Tahun Baru
Meski kegiatan perayaan tetap berlangsung, pemerintah meminta agar suasana tetap tenang. Salah satu acara yang dibatalkan adalah Seoul Winter Festa 2024, yang biasanya menjadi atraksi utama.
Namun, Hyundai Cruise tetap menggelar pertunjukan kembang api di Sungai Han, meski telah diperingatkan.
"Pemerintah Seoul memutuskan untuk memberlakukan tindakan tegas terhadap Hyundai Cruise atas pelanggaran ini," demikian pernyataan resmi dari Pemerintah Seoul pada 30 Desember 2024.
Baca Juga: Kecelakaan Pesawat Jeju Air di Korea Selatan: Pakar Ragukan Bird Strike sebagai Penyebab Tunggal
Permintaan Maaf Hyundai Cruise
Setelah mendapat kritik tajam dari masyarakat, Hyundai Cruise menyampaikan permintaan maaf. "Kami minta maaf karena tetap melanjutkan acara ini selama masa berkabung nasional," ujar mereka dalam pernyataan resmi.
Fakta Baru Kecelakaan Jeju Air
Kecelakaan tragis ini terjadi setelah pesawat menerima peringatan gangguan burung (bird strike). Pesawat gagal mendarat dengan sempurna, menabrak pembatas, dan terbakar. Dua pramugari menjadi satu-satunya yang selamat.
1. Analisis Black Box ke Amerika Serikat
Perekam data penerbangan (FDR) ditemukan rusak seperti dilansir dari Guardian, dan otoritas Korea Selatan memutuskan mengirimnya ke Amerika Serikat untuk analisis. "Data tidak dapat dipulihkan di dalam negeri," kata Joo Jong-wan, Wakil Menteri Penerbangan Sipil Korsel.
Baca Juga: Dua Pramugari Selamat dari Kecelakaan Tragis Jeju Air di Muan International Airport, Korsel
2. Riwayat Insiden Pesawat
Pesawat yang kecelakaan ini, Boeing 737-800, memiliki sejarah insiden. Pada Februari 2021, ekornya terbentur landasan saat lepas landas di Gimpo. Jeju Air dikenai denda 2,2 miliar won, namun menyatakan insiden itu tidak signifikan.
Solidaritas Warga Korea Selatan
Sebagian besar masyarakat Korea Selatan mendukung langkah pemerintah untuk mengedepankan solidaritas dan penghormatan terhadap korban.
"Tahun baru kali ini terasa berbeda. Kami semua ingin mengenang mereka yang telah pergi," ujar seorang warga Seoul.
Baca Juga: Tragedi Jeju Air: Bird Strike dan Detik-Detik Kecelakaan Maut di Bandara Muan
Tragedi ini menjadi pengingat penting bagi sektor transportasi udara Korea Selatan untuk meningkatkan keselamatan penerbangan demi mencegah insiden serupa di masa depan. ***(SA)
Artikel Terkait
Pesona Kota Jeju: Menikmati Keindahan Alam dan Budaya yang Memukau
Tragedi Jeju Air: Bird Strike dan Detik-Detik Kecelakaan Maut di Bandara Muan
Dua Pramugari Selamat dari Kecelakaan Tragis Jeju Air di Muan International Airport, Korsel
Kecelakaan Pesawat Jeju Air di Korea Selatan: Pakar Ragukan Bird Strike sebagai Penyebab Tunggal