Dinkes DKI Jakarta Maksimalkan Program Wolbachia untuk Kendalikan DBD di Kembangan Utara

photo author
Haikal Abdillah, Warta Pesona
- Jumat, 25 Oktober 2024 | 17:00 WIB
Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta gencar memantau Program Pengendalian Nyamuk Aedes Aegypti berbasis teknologi Wolbachia di Kelurahan Kembangan Utara, Jakarta Barat. (beritajakarta.id)
Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta gencar memantau Program Pengendalian Nyamuk Aedes Aegypti berbasis teknologi Wolbachia di Kelurahan Kembangan Utara, Jakarta Barat. (beritajakarta.id)

WartaPesona.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta gencar memantau Program Pengendalian Nyamuk Aedes Aegypti berbasis teknologi Wolbachia di Kelurahan Kembangan Utara, Jakarta Barat.

Baca Juga: CYESC: Pusat Pelatihan Elite untuk Olimpiade 2028, Komitmen Indonesia Menuju Prestasi Dunia

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, melaporkan bahwa sejak diluncurkan pada 4 Oktober 2024, program ini menunjukkan kemajuan yang positif.

Baca Juga: SHOWCASCENE 2024: Ajang Apresiasi Penulis Skenario Baru untuk Menggebrak Industri Layar Indonesia

"Hingga kini, tercatat ada 1.279 Orang Tua Asuh (OTA) dari 11 RW di Kembangan Utara yang mendukung program ini. Diharapkan populasi nyamuk pembawa virus demam berdarah dapat menurun signifikan, sehingga risiko penularan DBD bisa diminimalkan," ujar Ani, Kamis (24/10).

Baca Juga: Wapres Gibran dan Menpora Tinjau Proyek Strategis Cibubur Youth Elite Sport Center

Ani menjelaskan, pendistribusian ember berisi telur nyamuk Wolbachia dan pakan telah dimulai sejak 8 Oktober 2024.

Teknologi ini dirancang untuk menekan kemampuan berkembang biak nyamuk yang membawa virus demam berdarah, yang dapat menurunkan risiko penyebaran penyakit.

Baca Juga: Mendorong Kualitas Desa Wisata: Kemenparekraf Beri Bantuan Pengembangan untuk 24 Desa Wisata di 12 Provinsi

Setiap RW di Kembangan Utara kini terlibat aktif dalam pengendalian DBD.

Untuk memastikan efektivitasnya, Dinkes akan melakukan pemeriksaan berkala setiap dua minggu.

Baca Juga: Menpora Dito Dukung Penuh Indonesia Pingpong League 2024 Seri 2: Bangkitkan Semangat Tenis Meja Nasional

Proses ini meliputi pengecekan ember, pengisian ulang air, telur nyamuk, dan pakan. Apabila ada ember yang hilang atau tumpah, Dinkes akan menggantinya sesuai jadwal perawatan.

“Kesuksesan program ini sangat bergantung pada peran serta warga. Kami berharap dukungan penuh dari OTA dan seluruh masyarakat untuk mencapai hasil yang optimal,” kata Ani menutup keterangannya. ***(HA)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Haikal Abdillah

Sumber: beritajakarta.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X