WartaPesona.com- Pemilihan umum (Pemilu) selalu menjadi momen penting dalam kehidupan demokrasi Indonesia.
Namun, seringkali pesta demokrasi ini meninggalkan jejak yang kurang menguntungkan bagi lingkungan, terutama dengan penyebaran besar-besaran poster dan baliho yang terbuat dari bahan plastik.
Imam Pesuwaryantoro, seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi dari Universitas Terbuka Jakarta, tidak tinggal diam melihat hal ini.
Baca Juga: Milestone Baru: Unhan RI Melahirkan 75 Dokter Militer Pertama
Dengan kepekaannya terhadap isu lingkungan, Imam tidak hanya menyoroti dampak ekologis dari sampah Pemilu, tetapi juga mengambil langkah konkret untuk mengubahnya.
Melalui kreativitas dan inovasi, ia berhasil mengubah sampah Pemilu tahun 2024 menjadi produk yang bernilai, yaitu totebag yang dibuat dari kain felt dari sampah botol plastik dan material PVC dari Alat Peraga Kampanye (APK) yang tidak terpakai.
Keberhasilan Imam tidak berhenti di situ. Ia siap untuk membawa inovasinya ke tingkat internasional dengan mengikuti Ajang Lomba Inovasi di Geneva, Swiss.
Baca Juga: Mendekati Kemandirian Sumber Daya Manusia: Wisuda 573 Mahasiswa Unhan dan Tantangan Masa Depan Indonesia dalam STEM
Lomba tersebut, yang dihadiri oleh lebih dari 45 negara, akan memberikan penghargaan pada inovator-inovator terbaik yang memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Proyek upcycling Imam bukan hanya sekedar pencapaian pribadi, tetapi juga merupakan panggilan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Dengan mengajak para kandidat legislatif dari berbagai tingkatan untuk memulai pemilahan sampah APK Pemilu sebagai bagian dari Program EPR (Extended Producer Responsibility), Imam berharap dapat mendorong perubahan yang lebih besar dalam arah yang lebih berkelanjutan.
Baca Juga: Mengukir Prestasi di Panggung Internasional: Enam Film Terbaik dari Festival Film Bulanan 2023 Hadir di Clermont-Ferrand
Dalam konteks Program Ekonomi Sirkular dan agenda Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), upaya-upaya seperti yang dilakukan oleh Imam merupakan langkah konkret menuju kota-kota yang lebih berkelanjutan, konsumsi yang lebih bertanggung jawab, serta kemitraan yang lebih kuat dalam mencapai tujuan bersama.
Dengan demikian, perubahan yang diinginkan tidak hanya menjadi impian, tetapi juga menjadi kenyataan yang dapat dirasakan oleh semua orang.***
Artikel Terkait
Prabowo Merayakan HUT ke-16 Gerindra: Meneguhkan Komitmen untuk Bangsa dan Rakyat
Partai Golkar Tetap Solid: Satu Putaran untuk Prabowo-Gibran Meski Ada Putusan DKPP
Antrean Virtual Melebihi Ekspektasi, Antusiasme Pendaftar Kumpul Akbar AMIN di JIS Membeludak
Relawan Pendukung Prabowo- Gibran: Satu Cinta, Seribu Lilin untuk Indonesia Damai
Perhimpunan Pertukangan Indonesia Optimis, Prabowo-Gibran Berikan Harapan Baru dalam Bidang Lapangan Kerja
TPM Ganjar-Mahfud Siapkan Relawan Muda untuk Jaga Integritas Pemilu 2024
Memperkuat Kedaulatan: Budiman Sudjatmiko Himbau Aktivis Menjaga Kemandirian dari Agenda Asing
Mengukir Prestasi di Panggung Internasional: Enam Film Terbaik dari Festival Film Bulanan 2023 Hadir di Clermont-Ferrand
Mendekati Kemandirian Sumber Daya Manusia: Wisuda 573 Mahasiswa Unhan dan Tantangan Masa Depan Indonesia dalam STEM
Milestone Baru: Unhan RI Melahirkan 75 Dokter Militer Pertama