Menlu Retno Marsudi Walk Out saat Israel Bicara di DK PBB: Indonesia Kecam Pernyataan Kontroversial, Ini Isinya

photo author
Syamsi Achdali, Warta Pesona
- Jumat, 26 Januari 2024 | 09:46 WIB
Detik Detik Retno Marsudi Walk Out Saat Dubes Israel Pidato di Sidang PBB (Tangkapan Layar/Voaindonesia)
Detik Detik Retno Marsudi Walk Out Saat Dubes Israel Pidato di Sidang PBB (Tangkapan Layar/Voaindonesia)

WartaPesona.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi baru-baru ini meninggalkan ruangan atau walk out ketika Perwakilan Tetap Israel untuk PBB, Gilad Erdan, menyampaikan pidato di badan keamanan organisasi tersebut.

Dewan Keamanan PBB mengadakan debat terbuka mengenai perang Gaza di New York pada hari Selasa waktu setempat.

Selama giliran Erdan berbicara, Retno, bersama dengan anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) lainnya, memutuskan untuk keluar.

Baca Juga: Hari Gizi Nasional ke-64 Tahun 2024: MPASI Berkualitas untuk Generasi Emas

"Menteri Retno dan kepala delegasi negara-negara lain meninggalkan ruangan ketika perwakilan tetap Israel memberikan pernyataannya," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal, pada hari Kamis.

Namun, menurut Lalu, Erdan juga tidak hadir ketika Indonesia dan anggota OKI lainnya menyampaikan pernyataan mereka.

Baca Juga: Serengeti National Park, Tanzania: Surga Wisata Alam dan Kegiatan Menarik di Tengah Savana Tak Terbatas

Dalam pidatonya, Retno mengecam pernyataan terbaru Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang menyatakan bahwa ia tidak akan mengizinkan adanya negara Palestina.

"Indonesia menolak keras pernyataan ini," ujar Retno dalam debat Dewan Keamanan PBB.

Baca Juga: Inovasi Terbaru! Vivo Y100 5G, Ponsel dengan Desain Kulit Fiber Premium dan Teknologi Anti-Stain

"Pernyataan ini tidak dapat diterima. Ini mengonfirmasi tujuan utama Israel untuk menghapus Palestina dari peta dunia. Akankah dewan tetap diam di hadapan niat seperti ini?" tambah Retno.

Menurut Retno, Israel harus bertanggung jawab atas kekejaman yang dilakukannya di Gaza.

"Tidak ada negara yang di atas hukum," tegas Retno. ***(SA)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X