WartaPesona.com- Kudus Kota Kretek, mengapa Kota Kudus di kenal dengan julukan Kota Kretek? Tersirat oleh pikiran kita setiap kali mendengar Kota Kudus, selalu identik dengan Kota Kretek, mengapa demikian? Simak ulasan yang telah di rangkum berikut ini.
Kudus adalah sebuah Kabupaten yang letaknya di sebelah utara Jawa Tengah, tepatnya berbatasan dengan demak, pati, dan jepara. Bukan hanya di kenal dengan julukan Kota Kretek, Kudus juga di kenal dengan Kota Jenang dan Kota Santri.
Kudus juga memiliki sejumlah tempat wisata yang populer, diantaranya yakni Masjid Menara Al-Aqsha atau lebih sering terdengar dengan sebutan Masjid Menara Kudus.
Baca Juga: Zodiak Libra hari Jumat 10 November 2023, waktunya untuk bersama dengan pasangan
Berikut beberapa alasan Kudus di Juluki sebagai Kota Kretek
1. Kretek terlahir di Kudus
Faktanya, Kretek lahir di Kudus, dilansir dari laman situs Visit Jateng, awal mula nama kretek karena dari sosok yang legendaris di Kota Kudus, yaitu Haji Djamhari yang mengidap sakit sesak nafas.
Guna mengobati sakitnya, Haji Djamhari mengoleskan minyak cengkeh miliknya di dada juga pada sekitar tubuhnya. Setelah minyak cengeihnya di oleskan sesak nafasnya pun mereda.
Haji Jamhari pun meracik cengkeh yang telah dihaluskan, lalu mencampurnya dengan tembakau, kemudian dilinting dengan kulit jagung kering atau kloobot , lalu di ikat menggunakan benang, dibakar, dan terus dihisap.
Baca Juga: Zodiak Virgo Jumat 10 November 2023, hari-hari yang aktif hingga bikin kewalahan
Lintingan cengkeh yang bercampur tembakau ketika dibakar, berbunyi kretek atau kemretek, hingga menjadi cikal bakal nama kretek.
Bersumber dari laman komunitaskretek.or.id, Bagas Nurkusuma Aji, dalam tulisannya menjelaskan bahwa Haji Djamhari hidup di Kota Kudus di akhir abad ke 18, itu sebabnya Kretek pun lahir pada sekitar periode tersebut.
Ketika itu, racikan tembakau dan cengkeh Haji Djamhari lantas menyebar luas, banyak masyarakat yang berminat dan datang meminta kretek buatan Haji Djamhari.
Baca Juga: Zodiak Leo hari Jumat 10 November 2023, cinta sudah terpatri kuat di dalam hatinya
2. Raja Kretek asal Kudus
Nitisemito menangkap peluang tersebut dengan memperbanyak produksi rokok kretek berbasis skala besar.
Hingga sejarah kretek di Kota Kudus lanjut berjalan di tangan Nitisemito, yang memiliki julukan Raja Kretek dari Kudus. Nitisemito adalah seorang pengusaha yang lahir pada tahun 1863 di Kota Kudus.
Nitisemito sempat berganti usaha, hingga pada akhirnya berlanjut memproduksi rokok kretek bermerek Tjap Bal Tiga.
Tahun 1906 merek Tjap Bal Tiga pun resmi digunakan hingga akhirnya dipatenkan saat pemerintah hindia belanda 1908 didaftarkan menjadi NV Bal Giga Nitisemito.
Nitisemito pun kemudian membangun sebuah pabrik yang diberi nama yakni Kretek Cigaretten Fabriek M Nitisemito Koedoes, bermerek dagang Bal Tiga yang artinya tiga bola, resmi terdaftar pada 18 Februari 1908.
Seiring berjalannya waktu, rokok kretek yang di produksi oleh Nitisemito kemudian terus berkembang, bukan hanya di Kudus, namun juga dipasarkan ke seluruh Jawa, Sulawesi, Sumatera, Kalimantan, hingga ke Negara Belanda.
Sikitar tiga tahun lamanya, 1930 hingga 1934 produksi kretek Nitisemito mencapai 2 sampai 3 juta batang yang di buat perhari, hingga mempekerjakan karyawan sebangak 10.000 orang.
3. Banyaknya perusahaan rokok
Seiring bergulirnya waktu, pabrik rokok yang bersekala besar atau rumahan hadir di Kudus. Beberapa jumlah perusahaan besar yang memproduksi rokok diantaranya yaitu, PT. Gudang Garam Tbk, PT. Djarum, PT. Nojorono Kudus, hingga PT. Sukun, dan yang lainnya.
Tak hanya terdapat usaha rokok menengah berskala kecil, perusahaan skala besar pun ada di Kota Kudus.
Artikel Terkait
Hari Guru Nasional 2023 diperingati tanggal 25 November, berikut ini makna tema dan logo resmi
Highlights The Girl Fest Bandung 2023: Talkshow Inspiratif dan Performa Mengagumkan dari Para Bintang
Bardion: Tokusatsu Lokal yang Menyinari Dunia Film Indonesia
Jogja Cultural Wellness Festival 2023: Merayakan Kesejahteraan Budaya Sebulan Penuh
Baru sepekan jadi KSAD, Jenderal Agus Subiyanto diajukan sebagai Panglima TNI, begini alasan Presiden Jokowi
Buah Semangka jadi simbol dukungan kepada Palestina, begini riwayatnya
Bantuan Pangan berlanjut hingga Juni 2024, stok beras aman
Pameran HKN 2023 digelar di JCC Senayan Jakarta Pusat 9 November, ada deteksi dini kanker gratis!
Makna logo dan tema peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2023, angka 59 berbentuk unik
Rekomendasi untuk di Kunjungi Wisatawan pada 2024, Jakarta di posisi ketujuh Versi Majalah AS, Lonely Planet