WartaPesona.com- Bali, 3 Oktober 2023 - Sebagai tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Archipelagic and Island States (AIS) Forum 2023, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia ( telah mengambil langkah-langkah proaktif untuk memastikan kelancaran proses imigrasi bagi para delegasi yang akan menghadiri acara tersebut.
Salah satu langkah kunci yang diambil adalah menyediakan alur khusus di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bali, Anggiat Napitupulu, menjelaskan bahwa setidaknya akan ada dua stan khusus (booth) yang akan menjalankan tugas ini. "Kami akan menempatkan delapan petugas di stan tersebut, dengan masing-masing stan dilayani oleh empat petugas," ujarnya.
Baca Juga: Komitmen Erick Thohir: Transformasi Gemilang Menuju Piala Dunia U-17
Dalam penjelasannya, Anggiat juga menyoroti pentingnya kedatangan delegasi di Terminal Kedatangan Internasional.
"Kedatangan merupakan momen yang sangat penting, sedangkan untuk keberangkatan, kami telah menyiapkan sepuluh booth dengan dua petugas di masing-masingnya," tambahnya.
Untuk delegasi tingkat menteri, kepala pemerintahan, atau kepala negara, proses imigrasi akan dilakukan melalui ruang khusus di gedung VIP. Langkah-langkah ini diambil untuk memastikan pengalaman delegasi selama kunjungannya ke Bali menjadi yang terbaik.
Baca Juga: Tentukan Arah Baru: KTT AIS Forum 2023 untuk Meningkatkan Solidaritas Maritim
KTT AIS Forum 2023 akan diselenggarakan di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) Kabupaten Badung pada tanggal 10 hingga 11 Oktober 2023.
Acara ini mengundang 51 negara anggota AIS Forum, serta sembilan pimpinan organisasi internasional seperti Forum Negara Kepulauan Pasifik (PIF), Kelompok Kerja Sama Negara Melanesia (MSG), Kelompok Negara Komunitas Karibia (CARICOM), Asosiasi Negara di Asia Tenggara (ASEAN), dan lainnya.
Selain itu, berbagai kepala dan pimpinan dari organisasi antarpemerintah dan nonpemerintah, seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Bank Dunia, Dana Moneter Internasional (IMF), Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), serta Asosiasi Negara-Negara Pesisir Samudra Hindia (IORA), juga akan hadir dalam forum ini.
Baca Juga: Siapakah yang Akan Menang? Prediksi Laga Porto vs Barcelona 5 Oktober 2023
Konferensi Tingkat Tinggi AIS Forum 2023 akan memfokuskan perhatian pada solusi konkret terkait empat isu utama, yaitu mitigasi perubahan iklim, ekonomi biru, penanganan sampah plastik di laut, dan tata kelola maritim.
Dengan langkah-langkah persiapan yang dilakukan oleh Kemenkumham Bali, diharapkan delegasi akan merasakan pelayanan yang istimewa selama kunjungannya ke Bali dalam rangka mendukung kesuksesan KTT AIS Forum 2023.***
Artikel Terkait
Sandiaga Uno Ungkap Rencana Kilat Kemenparekraf: IndoBisa 2023 Menyongsong Era Ekonomi Digital
Sandiaga Uno: Menggebrak Dunia Internasional dengan Sosialisasi Pungutan Pajak Wisman
Sandiaga Uno : Strategi Krisis Parekraf, Sosialisasikan Panduan Komunikasi di Jabar dan Bali
Sandiaga Uno : Kemenparekraf Dorong Bangka Belitung Menuju Pariwisata Berkelanjutan
Sandiaga Uno: Kemenparekraf Dorong Pelaku Parekraf Bali Menuju Go Public Melalui KreatIPO
Sandiaga Uno Tingkatkan Minat Wisata dengan "Kereta Cepat Whoosh" Membidik Sukses di Tahun 2023
Sandiaga Uno Memberikan Apresiasi Luar Biasa pada Grand Finalis Gameseed 2023
Sandiaga Uno Memeriahkan 'World Tourism Day Golf Challenge 2023' di Bali: Misi Promosi Wisata Alam dan Geopark
Sandiaga Uno Mendukung Kerjasama Seniman Indonesia dan Jepang untuk "The Smiling Old Women" Simak Informasinya
Sandiaga Uno Pamerkan Pesona Kota Bitung di Festival Selat Lembeh 2023