Erick Thohir Kembali Pimpin MES, Banser Bangga dengan Pemilihan Kader Mereka

photo author
Syamsi Achdali, Warta Pesona
- Minggu, 1 Oktober 2023 | 19:04 WIB
Erick Thohir kembali pimpin MES, Banser bangga. Target 25% pertumbuhan perbankan syariah, dorong pemisahan UUS dan bank konvensional. | WartaPesona.com
Erick Thohir kembali pimpin MES, Banser bangga. Target 25% pertumbuhan perbankan syariah, dorong pemisahan UUS dan bank konvensional. | WartaPesona.com

WartaPesona.com - Erick Thohir, Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), terpilih kembali untuk memimpin lembaga ekonomi Islam untuk periode 2023-2025.

Pemilihan Abdurahman, Sekjen PP. GP. Ansor, sebagai Ketua MES dinilai sebagai pengakuan terhadap kemampuan Erick dalam memajukan ekonomi syariah di Indonesia.

Baca Juga: Hasil Survei: Warga Jawa Timur Mendukung Erick Thohir sebagai Cawapres Pilihan Jokowi

Abdurrahman, dalam pernyataannya di Jakarta pada Minggu (1/10), menyampaikan ucapan selamat kepada Pak Erick Thohir atas terpilihnya kembali sebagai Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).

Kebanggaan Banser terpilihnya dua kali kader mereka sebagai Ketua MES menunjukkan keberhasilan kepemimpinan MES.

Erick Thohir, yang juga menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dipilih kembali sebagai Ketua Umum MES dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-VI MES, yang berlangsung di Jakarta pada Minggu (1/10/2023).

Abdurrahman juga menambahkan, "InsyaAllah, di periode kedua ini, kami semakin yakin bahwa di bawah kepemimpinan Pak Erick, ekonomi syariah di Indonesia akan terus berkembang dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan umat."

Dalam pidatonya sebelum pemilihan, Erick Thohir menyatakan keyakinannya bahwa target pertumbuhan perbankan syariah hingga 25 persen dapat tercapai.

Baca Juga: Ketua PSSI Erick Thohir Mohon Doa di Ponpes Jelang Piala Dunia U17

Untuk mewujudkan visi tersebut, langkah penting adalah meningkatkan jumlah bank syariah di Indonesia.

Erick menjelaskan, "Mungkin (mencapai target 25 persen) makanya kita dorong dulu kebijakan bank internasional untuk memisahkan unit usaha syariah (UUS) dan bank konvensionalnya, jika memungkinkan. Hal ini akan menghasilkan lebih banyak bank syariah dan meningkatkan persaingan yang lebih sehat. Inilah yang sedang kita dorong." ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X