Sementara Tenun Ikat adalah jenis kain yang memiliki motif sederhana seperti garis horizontal dan vertikal. Kain ini biasa digunakan untuk kegiatan sehari hari.
Subahanale merupakan jenis tenun yang termasuk ke dalam jenis kain Tenun Songket. Berawal dari para penenun yang berulang kali melafalkan “subahanallah”, Maha Suci Allah, ketika mengerjakan motif kuno yang luar biasa rumit, lahirlah nama Subahnale.
Baca Juga: Sandiaga Uno Kemenparekraf Gelar Festival Bulanan Film Pendek Fiksi dan Dokumenter
Motif bernuansa geometris segi enam seperti sarang lebah dengan isian bunga ini merupakan motif kuno lombok.
Seperti kain Tenun Songket, kain Tenun Subahnale biasanya dipergunakan untuk upacara khusus atau untuk beribadah.
Bahan pewarna yang digunakan merupakan bahan alami yang berasal dari dedaunan, akar-akaran, biji-bijian, hingga kulit pohon.
Pada umumnya, bahan utama yang digunakan merupakan kapas yang dipilih lalu dipintal menjadi gulungan benang.
Baca Juga: Anti Bosan Bersama Kereta Api, Liburan Aman dan Nyaman, Simak Informasinya
Setelah dipintal, benang tersebut mulai diwarnai dengan bahan alami yang merupakan kekayaan alam Pulau Lombok.
Seperti biji pinang untuk warna merah, tanaman indigofera tinctoria untuk warna biru, dan daun mangga dan daun suji untuk memberikan efek warna biru atau abu-abu.
Sate Rembiga dan Ayam Taliwang
Sate Rembiga sebagai kuliner lokal Lombok juga tidak kalah terkenal nikmatnya. Sate yang terbuat dari daging sapi atau ayam ini menggunakan sejumlah bumbu seperti cabai keriting merah, cabai rawit, bawang putih, hingga gula merah dan biasa disajikan bersama nasi atau lontong.
Baca Juga: Hadapi Ancaman Resesi 2023, Sandiaga Uno Sesuaikan Strategi Pengembangan Pasar Wisman
Sate dengan rasa pedas manis yang memiliki warna oranye kemerahan ini dapat menjadi pilihan yang tepat saat berwisata ke Lombok.